p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Kesehatan
Sri Wayanti
Prodi D III Kebidanan Bangkalan Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuhan Kebidanan pada Multigravida Trimester II dengan Kehamilan Risiko Tinggi dan Risiko Preeklampsia Eka Rossi Prameswari; Sri Wayanti; Deasy Irawati; Suryaningsih
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2473

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang berpotensi meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Faktor predisposisi seperti riwayat abortus, obesitas pra-kehamilan (IMT ≥30 kg/m²), serta status nulipara diketahui meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia. Oleh karena itu, diperlukan asuhan kebidanan yang komprehensif melalui deteksi dini, pemantauan berkala, edukasi kesehatan, dan kolaborasi antarprofesi untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan pada ibu multigravida trimester II dengan kehamilan risiko tinggi dan risiko preeklampsia. Penelitian menggunakan metode single case report pada seorang ibu multigravida trimester II dengan obesitas pra-kehamilan (IMT >30 kg/m²) dan riwayat dua kali abortus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan SOAP melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Hasil pengkajian menunjukkan ibu berusia 29 tahun dengan tekanan darah normal, kadar hemoglobin 13,4 g/dL, tanpa edema, serta kenaikan berat badan dari 79,95 kg menjadi 81,65 kg selama masa pemantauan. Bidan berkolaborasi dengan ahli gizi dalam penyusunan rencana pemenuhan nutrisi, kemudian memberikan edukasi mengenai kehamilan risiko tinggi, pencegahan preeklampsia, pola makan gizi seimbang berdasarkan konsep Isi Piringku, pembatasan konsumsi garam dan lemak, aktivitas fisik, tanda bahaya kehamilan, pentingnya pemeriksaan antenatal secara rutin, serta perencanaan persalinan di rumah sakit bersama dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Evaluasi menunjukkan kondisi ibu dan janin tetap stabil, disertai peningkatan pemahaman, perubahan pola makan yang lebih sehat, aktivitas fisik yang lebih teratur, serta komitmen ibu untuk menjalani ANC secara rutin. Meskipun kenaikan berat badan masih melebihi target yang direkomendasikan pada kehamilan dengan obesitas, tidak ditemukan tanda klinis yang mengarah pada preeklampsia sehingga pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan.
Case Report pada Primigravida Trimester III dengan KEK di PMB “M” Jaddih Risma Ayu Wulandari; Anis Nur Laili; Sri Wayanti; Siti Anisak
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2474

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan masalah gizi pada ibu hamil yang masih menjadi perhatian di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi KEK pada ibu hamil mencapai 16,9%. Di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025 prevalensinya sebesar 9,2%, sedangkan di Kabupaten Bangkalan sebesar 3,25%. KEK meningkatkan risiko anemia, persalinan prematur, perdarahan, bayi berat lahir rendah (BBLR), gangguan pertumbuhan janin, hingga mortalitas perinatal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan pada primigravida trimester III dengan KEK di PMB "M" Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Penelitian menggunakan desain case report dengan subjek tunggal seorang primigravida trimester III yang mengalami KEK. Asuhan diberikan secara komprehensif menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi selama tiga kali kunjungan rumah. Intervensi meliputi edukasi gizi seimbang menggunakan media Isi Piringku, pemberian PMT lokal, anjuran konsumsi tablet Fe, pemantauan kondisi ibu dan janin, serta latihan knee chest. Hasil menunjukkan berat badan ibu meningkat dari 48,50 kg menjadi 49,25 kg dan kadar hemoglobin meningkat dari 10,1 g/dL menjadi 12,6 g/dL sehingga anemia ringan berhasil diatasi. Namun, status KEK masih menetap dengan LiLA 21 cm dan posisi janin berubah dari presentasi bokong menjadi letak oblik yang masih merupakan presentasi abnormal. Asuhan kebidanan memberikan dampak positif terhadap perbaikan status kesehatan ibu, namun pemantauan antenatal dan intervensi lanjutan tetap diperlukan untuk menurunkan risiko komplikasi pada ibu dan janin.