Implementasi E-government melalui aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) saat ini menghadapi tantangan besar pada aspek pengalaman pengguna, terbukti dari rating rendah sebesar 3,1 di Google Play Store serta tingginya keluhan publik mengenai navigasi yang kaku dan kesulitan akses. Meskipun aspek keamanan sistem sering menjadi fokus utama dalam sistem pemerintahan, terdapat kesenjangan penelitian pada pengembangan desain UI/UX yang secara murni berbasis pada kebutuhan dan perilaku nyata pengguna di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang UI/UX aplikasi IKD dengan menerapkan metode User Centered Design (UCD) yang menitikberatkan pada partisipasi aktif pengguna dalam setiap tahapannya. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 5 responden untuk menganalisis sembilan titik masalah (pain points) utama, yang kemudian ditransformasikan menjadi pembuatan prototipe interaktif (high-fidelity). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dalam aspek kegunaan (usability), yang dibuktikan melalui pengujian kuantitatif menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS) terhadap 50 responden. Prototipe usulan memperoleh skor rata-rata sebesar 85,8. Skor tersebut menempatkan rancangan baru pada kategori tingkat penerimaan "Best Imaginable" dengan Grade A. Hal ini menyimpulkan bahwa pendekatan UCD tidak hanya berhasil menciptakan solusi antarmuka yang intuitif dan efisien, tetapi juga memberikan kontribusi praktis sebagai referensi standar bagi pemerintah dalam mengembangkan ekosistem layanan identitas digital yang inklusif.