Yeni Indriyani
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI MINDFULNESS MINDSET BERBASIS NILAI SPIRITUAL ISLAM SEBAGAI UPAYA PROMOTIF KESEHATAN MENTAL MAHASISWA INTERNASIONAL DI THAILAND Kusuma Estu Werdani; Yeni Indriyani; Choloborn Teesak; Windi Wulandari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39873

Abstract

Abstrak: Mahasiswa internasional rentan mengalami masalah kesehatan mental akibat tekanan akademik dan tuntutan adaptasi lintas budaya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa internasional mengenai mindfulness mindset yang diintegrasikan dengan nilai-nilai spiritual Islam sebagai strategi menjaga kesehatan mental di lingkungan akademik multikultural. Kegiatan ini dilaksanakan di Faculty of Public health, Thammasat University, dengan melibatkan sebanyak sembilan mahasiswa yang berasal dari beberapa negara (Indonesia, Myanmar, Uganda). Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan edukasi dan praktik terapi emosi yang dilaksanakan dengan tiga tahapan, yaitu pra-kegiatan (koordinasi dengan mitra, penyusunan media edukasi, dan sosialisasi), tahap pelaksanaan edukasi disertai terapi emosi sederhana, serta tahap evaluasi melalui refleksi peserta. Evaluasi diukur melalui wawancara lisan individual dan refleksi tertulis dengan indikator keberhasilan berupa kemampuan mendemonstrasikan keterampilan koping emosi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki pandangan positif terhadap konsep mindfulness, self-awareness, dan forgiveness sebagai keterampilan penting dalam menjaga kesehatan mental, mengelola emosi, dan meningkatkan kualitas hubungan sosial. Peserta juga menunjukkan kesadaran akan pentingnya praktik mindfulness secara konsisten meskipun menghadapi distraksi dan tekanan akademik. Selain itu, pendekatan mindfulness berbasis nilai spiritual Islam dapat diterima dengan baik oleh peserta dari latar belakang multikultural, sehingga memiliki potensi transferabilitas lintas budaya dalam lingkungan mahasiswa internasional. Secara spesifik, 100% peserta terkonfirmasi mampu menguasai konsep mindfulness dan mempraktikkan terapi emosi, serta 88,9% peserta berhasil menunjukkan peningkatan self-awareness setelah intervensi diberikan. Kegiatan ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan model intervensi kesehatan mental berbasis komunitas akademik yang culturally-sensitive dan religiously-responsive.Abstract: International students are vulnerable to mental health problems due to academic pressure and the demands of cross-cultural adaptation. This Community Service (PkM) activity aims to increase international students' understanding of the mindfulness mindset integrated with Islamic spiritual values as a strategy for maintaining mental health in a multicultural academic environment. This activity was carried out at the Faculty of Public Health, Thammasat University, involving nine students from several countries (Indonesia, Myanmar, Uganda). The method of this community service activity uses an educational approach and emotional therapy practices which are implemented with The implementation method is carried out through three stages, namely pre-activity (coordination with partners, preparation of educational media, and socialization), the stage of implementing education accompanied by simple emotional therapy, and the evaluation stage through participant reflection. Evaluation is measured through individual oral interviews and written reflections with success indicators in the form of the ability to demonstrate emotional coping skills. The results of the activity show that participants have a positive view of the concepts of mindfulness, self-awareness, and forgiveness as important skills in maintaining mental health, managing emotions, and improving the quality of social relationships. Participants also demonstrated awareness of the importance of consistent mindfulness practice despite facing distractions and academic pressure. Furthermore, the mindfulness approach based on Islamic spiritual values was well-received by participants from multicultural backgrounds, thus offering potential cross-cultural transferability within an international student environment. Specifically, 100% of participants were confirmed to have mastered mindfulness concepts and practiced emotional therapy, and 88.9% demonstrated increased self-awareness after the intervention. This activity provides a practical contribution to the development of a culturally sensitive and religiously responsive model for community-based academic mental health interventions.