Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh literasi keuangan dan gaya hidup terhadap perilaku keuangan dengan kontrol Diri sebagai variabel intervening pada Generasi Z di Kecamatan Medan PerjuanganDesain/Metode/Pendekatan: Metode yang digunakan dalam peneitian ini yaitu menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan assosiatif. Populasi adalah keseluruhan objek yang akan atau ingin diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Generasi Z yang tinggal di Kecamatan Medan Perjuangan, yaitu individu yang lahir antara tahun 1997- 2012 dan penentuan sampel menggunakan accidental sampling yang dimana teknik penentuan sampel ini dilakukan dengan mengambil responden secara tidak sengaja ditemui dan memenuhi kriteria sebagai sumber data. Penelitian menggunakan rumus lemeshow untuk menentukan jumlah sampel. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner yang penyebarannya melalui google form. Dalam penelitian ini menggunakan model metode Analisi Jalur Statistik yakni Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS).Temuan: Temuan hasl penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kontrol diri dan perilaku keuangan. Gaya hidup tidak berpengaruh terhadap kontrol diri dan perilaku keuangan. Temuan lainnya bahwa kontrol diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan. Jika dilihat dari pengaruh tidak langsung ditemukan hasil bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan melalui kontrol diri. Sedangkan pengaruh tidak langsung gaya hidup terhadap perilaku keuangan melalui kontrol diri tidak berpengaruh artinya kontrol diri tidak mampu memediasiOrisinalitas/Nilai: Orisinalitas penelitian ini terletak pada pengujian model integratif yang menggabungkan literasi keuangan, gaya hidup, dan kontrol diri dalam memengaruhi perilaku keuangan dengan kontrol diri sebagai variabel mediasi. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan menemukan bahwa gaya hidup tidak memiliki pengaruh yang signifikan, yang menunjukkan bahwa penelitian ini berbeda dari penelitian sebelumnya.Implikasi Praktis/Kebijakan: Perilaku keuangan yang baik lebih efektif ditingkatkan melalui literasi keuangan dan kontrol diri. Oleh karena itu, edukasi perlu difokuskan pada penerapan pengelolaan keuangan dan pengendalian diri, bukan pada gaya hidup.