Gangguan elektrolit dan asam basa merupakan komplikasi umum pada pasien anak yang dirawat di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan dapat meningkatkan morbiditas serta mortalitas pasien. Data lokal mengenai profil gangguan elektrolit dan asam basa di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil gangguan elektrolit dan asam basa pada pasien anak yang dirawat di PICU RSUD Ulin Banjarmasin selama tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif potong lintang dengan pengumpulan data sekunder selama periode Januari–Desember 2024. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling. Kriteria inklusi meliputi pasien dengan usia lebih dari satu bulan dan kurang dari 18 tahun yang mengalami gangguan elektrolit dan/atau asam basa, dan dirawat di PICU. Pasien dengan data rekam medis yang tidak lengkap dieksklusi dari penelitian. Total sampel yang didapat sebanyak 87 pasien. Terdapat sebanyak 34,2% pasien di PICU yang mengalami gangguan elekrolit dan/atau asam basa. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (63,2%) dan berada dalam kelompok usia 6–12 tahun (39,1%). Gangguan elektrolit yang paling sering ditemukan adalah hiponatremia (46%), diikuti hipokalemia (41,4%). Gangguan asam basa yang tersering adalah asidosis respiratorik (23%), disusul oleh asidosis metabolik (16,1%). Terdapat sebanyak 47,1% pasien dengan gangguan elekrolit dan/atau asam basa mengalami mortalitas. Pemantauan berkala elektrolit dan asam basa dan penanganan yang tepat diperlukan untuk menurunkan risiko komplikasi dan mortalitas pada pasien anak.