Articles
KERAJINAN SHALAT DI MASJID DAN KEBAHAGIAAN PADA REMAJA DI YOGYAKARTA
Anam, Choirul
HUMANITAS (Jurnal Psikologi Indonesia) Vol 4, No 1 (2007): Vol 4 No 1 Januari 2007
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (38.641 KB)
AbstrakKebahagiaan remaja dapat menjadi tolok ukur upaya mengatasi masalah-masalahyang sering dihadapi remaja. Oleh karena itu perlu dicari sumber-sumber kebahagiaan dalamkaitannya dengan kegiatan agama dan kedekatan rumah tinggalnya dengan pusat kegiatanagama: masjid, perlu diteliti. Penelitian ini ingin mengetahui peran kerajinan shiolat berjamaahdi masjid dan kedekatan rumahnya dengan masjid dalam kebahagiaan hidup remaja.Sampel diambil dari daerah-daerah konsentrasi remaja dan mahasiswa yakni daerahtepian kota Yogyakarta yang ada kampus perguruan tinggi. Secara random dipilih tiga dusundi antara konsentrasi-konsentrasi tersebut. Variabel independen (kerajinan shalat danproksimitas rumah-masjid) diungkap dengan angket. Sedang variabel dependen (kebahagiaan),diungkap dengan suatu skala. Analisis statistik yang digunakan untuk mengetahui perankedua variabel independen adalah melalui korelasi : analisis regreasi.
PENGARUH KESAMAAN KOMUNIKATOR DAN TARGET DALAM KUALITAS PERSUASI
Anam, Choirul
HUMANITAS (Jurnal Psikologi Indonesia) Vol 1, No 1 (2004): Vol 1 No 1 Januari 2004
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (38.641 KB)
AbstrakAnjuran lewat nasehat, dakwah, khotbah atau yang lain, sering diabaikan. Ini bukan sematakarena anjurannya yang tidak benar, juga dapat merupakan pertanda adanya krisis kepercayaanorang terhadap komunikator. Persoalannya terletak pada hubungan antara komunikator dan target,orang yang menerima anjuran tersebut. Kepercayaan terhadap suatu informasi merupakan pangkaldari perubahan sikap. Oleh karena itu kepercayaan atas suatu informasi menandakan kualitas suatupersuasi. Komunikator tidak hanya dipandang oleh target sebagai individu terlepas dari diri target,tetapi juga seseorang yang memiliki kaitan dengan target. Pendekatan kognitif memberi penjelasanmengenai pemikiran target terhadap siapa dirinya dan siapa komunikator.Tujuan dari penelitian ini adalah apakah ada pengaru unsur kesamaan komunikator dantarget terhadap kualitas persuasi. Kesamaan itu meliputi jenis kelamin, suku, dan agama. Kesamaantersebut merupakan identitas diri yang umum, biasanya tergambar oleh nama komunikator. Secarapraktis metodologis, apakah informasi yang disampaikan oleh komunikator yang memiliki unsurkesamaan dengan dirinya lebih dipercayai dari pada komunikator yang tidak memilki unsur kesamaandengan target.
PERAN KEGIATAN KEAGAMAAN DALAM KEBAHAGIAAN WANITA LANSIA PASCA GEMPA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
AM Diponegoro, Choirul Anam
HUMANITAS (Jurnal Psikologi Indonesia) Vol 3, No 2 (2006): Vol 3 No 2 Agustus 2006
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (38.641 KB)
AbstractVarious services for older people in order to make them live in happiness should keep todevelop. This research tried to find out whether or not role of religious activity on older peopleslife happiness. Religious activity included religious knowledge and religious acts. Life happinessincluded affect and satisfaction on life. This research will benefit if it is found proper service inolder people to achieve life happiness.Sample was randomly obtained from praying groups in five villages and four regenciesand one city of Special Province of Yogyakarta. It was expected to be able to describe conditionin older people at Special Province of Yogyakarta. Using questionnaire and scale deliveredindividually, it was obtained data on level activity and religious knowledge and happiness from131 older women. Quantitative data analysis used canonic correlation, it will be obtainedseparated or joint correlation between two independent and dependent variable.Conclusion of this research was that there was significant role level of activity andhappiness and there was significant roel between religious knowledge level and happiness. Aswell as it could be concluded that axctive older women in religious activity were happier thanthose that has inactive religious activity.
PEMBELAJARAN CERAMAH DENGAN MEDIA ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMBACA GAMBAR PROYEKSI
Anam, Choirul;
Khumaedi, Muhammad;
Basyirun, -
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ability reads projection drawing is space shadow three dimensions becomes twodimensions, for the purpose usage of animation media in study of technical drawing it isof course will be able to assist fantasy (imagination) student to the shadow. As for thisresearch aim to know ability of student in reading projection drawing, are theredifference signifikan between the ability, and how much level of improvement of abilitybetween hit by study of discourse equiped by animation media and study of ordinarydiscourse. To express ability of student is applied by double alternative form test methodwith four alternative of answer (option). This research takes population of all classstudent 2nd expertise program of keeping engineering of industrial mechanic of SMKDr. Tjipto Semarang school year 2009/2010. Determination of group of treatment appliessample random/ is balloted. Result of data analysis indicates that improvement of abilityof group of higher experiment from at group of control and existence of differencesignifikan ability of student in reading projection drawing between both the groups.From result of this research, suggested to all drawing teacher technique in better applystudy method of discourse equiped by animation media alternatively when teachingocular diklat to read projection drawing discussion fundamental engineering drawing.Kata kunci: gambar proyeksi, kemampuan, media animasi.
SIKAP TERHADAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA RELAWAN BENCANA ALAM
Sabrina, Aulia;
Anam, Choirul
EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 no 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman, perasaan serta kecenderungan perilaku relawan bencana alam terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi sikap tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara dan di analisis menggunakan analisis isi. Subjek penelitian adalah laki-laki atau perempuan, memiliki pengalaman menjadi relawan minimal tiga tahun serta telah menjadi relawan di berbagai lokasi bencana alam yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relawan memiliki pengetahuan serta pemahaman yang cukup mengenai K3 dan merasa senang melaksanakan tugas sesuai dengan prinsip K3. Selain itu, relawan memiliki kecenderungan perilaku yang mengarah sesuai dengan prinsip K3. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap relawan, diantaranya pengalaman pribadi relawan berupa pelatihan maupun lapangan, emosional pribadi relawan, kebudayaan di tempat asal relawan dan lokasi bencana, kehadiran orang yang dianggap penting oleh relawan serta institusi atau lembaga tempat relawan bernaung. Kesimpulannya, relawan memiliki sikap positif terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Faktor yang mempengaruhi sikap positif tersebut berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal yakni pengalaman pribadi dan emosional, sedangkan faktor eksternal yakni kebudayaan, orang yang dianggap penting dan institusi atau lembaga.Kata Kunci : Sikap, K3, Relawan
KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANTARA REMAJA YANG TINGGAL DI PONDOK PESANTREN DENGAN YANG TINGGAL BERSAMA KELUARGA
Fatnar, Virgia Ningrum;
Anam, Choirul
EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 no 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.183 KB)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga pada SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kemampuan interaksi sosial. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t dengan bantuan program Statistical Product and Service Sollution (SPSS) 16,0 for windows. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh hasil t=0,983 dengan p=0,330 (p>0,05) yang berarti tidak signifikan. Dan hasil kategorisasi menunjukkan bahwa remaja yang tinggal di pondok pesantren sebanyak 100% memiliki kategori tinggi. Sedangkan, remaja yang tinggal bersama keluarga sebanyak 3% memiliki kategori rendah, 7% memiliki kategori sedang, dan 90% memiliki kategori tinggi. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga pada SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga pada SMA IT Abu Bakar Yogyakarta.Kata Kunci : kemampuan interaksi sosial, remaja, tempat tinggal
PENGEMBANGAN USAHA OLAHAN LELE DI KABUPATEN BOYOLALI
R, Erlyna Wida;
Anam, Choirul
Jurnal Abdimas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan usaha pembesaran lele dumbo di Boyolali telah diikuti berkembangnya industri Usaha Kecil dan Menengah pengolahan aneka produk lele. Usaha ini berdampak pada berdirinya usaha pengolahan berbahan baku lele diantaranya KUBE Karmina dan KWT Ngudi Mulyo. Produk olahan yang telah diproduksi antara lain abon lele, aneka kripsi dari kulit lele, sirip, tulang dan daging lele. Industri ini dapat sebagai pekerjaan ibu-ibu rumah tangga dan dapat menambah penghasilan keluarga di daerah tersebut. Dalam perkembangannya, kedua kelompok mengalami masalah yang sama dalam pengirisan/perajangan kerupuk/daging lele dan kendala pemasaran. Tujuan pengabdian ini memperbaiki proses produksi dalam mengembangkan usaha pengolahan lele agar produknya lebih baik dan perluasan jaringan pemasaran. Untuk mengatasi masalah tersebut diintroduksikan meat slicer dan perluasan jaringan pemasaran melalui media cetak dan penjalinan kerjasama dengan warung makan dan toko oleh-oleh. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut adalah 1) hasil rajangan kerupuk sudah terstandar tetapi untuk keripik daging lele masih perlu perbaikan, 2) Perluasan jangkauan pemasaran mengarah pada rumah makan, 3) Terjadi peningkatan omset produksi maupun omset penjualan di masing-masing kelompok. Produk yang terstandar dapat menjamin kualitas sehingga kepercayaan konsumen terhadap produk semakin meningkat.Kata kunci : meat slicer, pengolahan, pemasaran
PENGARUH KEMASAKAN BUAH TERHADAP MUTU BENIH JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.)
Adikadarsih, Sri;
Anam, Choirul
saintis Vol 1, No 2 (2009): SAINTIS
Publisher : Universitas Islam Darul Ulum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This paper examined pair wise comparison matrix (PC) used to construct the decision model known as the Analytic Hierarchy Process (AHP). AHP is a decision method based on diversity criteria. One of the methods used to obtain the AHP priority vectors are Eigen value method. Consistency matrix that is used is very important in supporting a valid decision. In this project, it will discuss the influence of disturbance on the consistency ratio of the matrix PC. Vector behavior will be also discussed priorities when pair wise comparison matrix interference and also subject to special review of the disorders that cause the reversal of dominance against the decision.
POLA TANAM BERBASIS JARAK PAGAR
Herman, Maman;
Anam, Choirul
saintis Vol 1, No 1 (2009): SAINTIS
Publisher : Universitas Islam Darul Ulum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
In research conducted with the cropping pattern used between maize and chili plants showed that the distance the fence is relatively less able to compete with corn. The use of maize as a crop during the growth of jatropha causes disturbed and the production had decreased by 90%, whereas between corn plants can grow normally and can produce seven tonnes of dry loose maize per hectare. As with the use of pepper plants interrupted, growth and productivity of Jatropha plant is not susceptible to interference, while the chili plant capable of producing 110 g / ph. This shows that the distance the fence is not tolerant of shade so as to alternate between the plants, is necessary to find plants that are shorter than the distance the fence and have high economic value. Planting distance between the ideal plants is one meter from the plant jatropha. If the distance is less than one meter cropping, the effect of shading and nutrient competition will be very detrimental to both the growth of jatropha plants and productivity. Therefore, in designing the planting pattern must be known in advance of plant characters that will be used to achieve the synergy between plants.
PENGARUH DOSIS ROOTONE-F DAN BAHAN STEK TERHADAP PERTUMBUHAN STEK BUGENVIL (Bougainvillea spectabilis L.)
Anam, Choirul
saintis Vol 1, No 1 (2009): SAINTIS
Publisher : Universitas Islam Darul Ulum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study was conducted in the Village Simongagrok, Dawarblandong Subdistrict, Mojokerto regency, at an altitude of 40 m asl, rainfall 1200 mm / year, temperature 270C, held in April-June 2007. This research use randomized block design (RBD) factorial pattern consisting of two factors: Dose-F Rootone composed four treatments namely: R1 (without Rootone-F), R2 (dose gram/10 Rootone-F 2.5 ml of water), R3 (dose gram/10 Rootone-F 5 ml of water), R4 (dose gram/10 Rootone-F 7.5 ml of water). Factor cuttings material consisted of three treatments: cutting materials to the upper (B1), the material cutting the middle (B2) and the bottom of the cuttings material (B3). According to analysis of variance showed significant interaction between treatment dose gram/10 Rootone-F 5 ml of water and treatment of the middle stem (R3B2). Average starting -90 days after planting. Thus the hypothesis that reads: With the treatment dose gram/10 Rootone-F 5 ml of water and materials stem cuttings middle section gives the best effect on the growth of plant cuttings bougainvillea (Bougainvillea spectabilis L.), which was conducted at study sites proved.