Proses discharge pasien merupakan tahapan kritis dalam pelayanan rumah sakit karena menentukan efisiensi alur pasien, kesiapan perawatan lanjutan, dan pengalaman pasien. Evaluasi di RSU San Medical Center Karawang menunjukkan rata-rata waktu discharge 143 menit, melebihi standar pelayanan minimal rumah sakit yaitu maksimal 120 menit sejak pasien dinyatakan boleh pulang sampai menerima tagihan akhir. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi implementasi Lean Six Sigma untuk optimalisasi proses discharge pasien. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di RSU San Medical Center Karawang pada September-November 2025. Informan dipilih secara purposive sebanyak 10 orang, terdiri atas 2 dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), 2 perawat rawat inap, 2 petugas farmasi, 2 petugas administrasi/kasir, 1 manajer pelayanan keperawatan, dan 1 manajer pelayanan medis. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi proses dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan kerangka Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC) serta pemetaan akar penyebab 5M. Temuan utama yang paling dominan adalah waiting waste akibat keterlambatan resume medis, alur serial, komunikasi manual, bottleneck farmasi, rework administrasi, dan verifikasi penjamin yang panjang. Strategi perbaikan meliputi standardisasi SOP lintas profesi, penjadwalan visit discharge, penyederhanaan resume medis, integrasi SIMRS, penerapan proses paralel, pembentukan koordinator discharge, serta pengendalian melalui indikator kinerja utama (key performance indicator/KPI) dan audit berkala. Lean Six Sigma dapat digunakan sebagai strategi manajerial lintas unit untuk meningkatkan efisiensi, konsistensi, dan mutu proses discharge pasien.