This Author published in this journals
All Journal Pedagogik
Mujiono Mujiono
Universitas KH. Abdul Chalim

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Memperkuat Toleransi Beragama di SDN Sumbertanggul 2 Kecamatan Mojosari Mochammad Samsul; Mujiono Mujiono; Ashari Ashari
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.2119

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memperkuat toleransi beragama di SDN Sumbertanggul 2 Kecamatan Mojosari. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan agama sebagai instrumen pembentukan karakter peserta didik di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural. Guru Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab membentuk sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, serta menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak usia sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, peserta didik, serta orang tua siswa. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membangun sikap toleransi melalui integrasi nilai-nilai toleransi dalam pembelajaran, keteladanan sikap, pembiasaan kehidupan sekolah yang harmonis, serta kegiatan keagamaan dan sosial yang melibatkan seluruh warga sekolah. Keberhasilan implementasi tersebut didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, kerja sama seluruh guru, dukungan orang tua, serta lingkungan masyarakat yang kondusif. Adapun hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan pengaruh lingkungan eksternal yang belum sepenuhnya mendukung pembentukan karakter toleran. Penelitian ini menegaskan bahwa guru Pendidikan Agama Islam berkontribusi secara signifikan dalam memperkuat toleransi beragama sehingga dapat menjadi model implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar yang memiliki keberagaman agama.