Rina Wahyunita
Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Galuh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

NILAI KARAKTER TRADISI HAJAT BUMI PADA MASYARAKAT DUSUN CARIU KECAMATAN SUKADANA - CIAMIS Rina Wahyunita; Yeni Wijayanti; Egi Nurholis
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.20364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai karakter yang terkandung dalam tradisi Hajat Bumi di Dusun Cariu, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Tradisi ini merupakan warisan budaya lokal yang dilaksanakan setiap bulan Muharam pada hari Senin atau Kamis Kliwon sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi dan penghormatan terhadap leluhur. Penelitian menggunakan metode kualitatif historis dengan tahapan pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan penulisan/historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Hajat Bumi tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga menjadi wahana pembentukan dan penguatan nilai-nilai karakter masyarakat. Proses pelaksanaan Hajat Bumi terdiri dari tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan penutupan. Setiap tahapan mengandung nilai-nilai karakter seperti religiusitas (doa bersama, penghormatan leluhur), gotong royong (persiapan dan pelaksanaan acara), tanggung jawab (pengelolaan tugas), toleransi dan kebersamaan (partisipasi lintas usia dan latar belakang), serta cinta tanah air dan kepedulian lingkungan (perawatan makam keramat dan lingkungan sekitar). Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media pelestarian budaya, memperkuat solidaritas sosial, dan mempererat hubungan antargenerasi. Dengan demikian, tradisi ini memiliki kontribusi signifikan dalam pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan pelestarian budaya di tengah tantangan modernisasi.