Adestia Tangke Padang
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Organoleptik Kimchi Sawi Putih (Brassica rapa subsp. pekinensis) dengan Variasi Substrat: Tepung Ketan (Oryza sativa glutinosa) dengan Buah Pir (Pyrus communis) dan Kentang (Solanum tuberosum) Nita Magfirah Ilyas; Adestia Tangke Padang
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v3i1.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil organoleptik kimchi sawi putih dengan variasi substrat fermentasi berupa tepung ketan dan buah pir, yang dikombinasikan dengan kentang sebagai media tambahan. Pembuatan kimchi dilakukan secara sederhana melalui tahapan fermentasi suhu ruang selama 24 jam, dengan memperhatikan prinsip dasar pengawetan alami. Penilaian dilakukan melalui uji organoleptik oleh 15 panelis dengan lima parameter: penampilan, aroma, tekstur, rasa dan warna, menggunakan skala hedonik 1–5. Hasil uji menunjukkan bahwa kimchi dengan substrat tepung ketan memperoleh nilai yang lebih tinggi dalam aspek penampilan, tekstur, dan rasa, dibandingkan dengan substrat buah pir. Rata-rata skor tertinggi diperoleh pada kimchi tepung ketan dengan skor 4,2 untuk rasa, menandakan preferensi panelis yang lebih tinggi terhadap produk tersebut. Meskipun begitu, aroma dari kedua jenis kimchi masih dinilai sedang oleh sebagian panelis. Salah satu temuan penting adalah ketidakseimbangan antara jumlah bumbu dan volume sawi putih yang dapat memengaruhi persepsi sensorik secara keseluruhan. Oleh karena itu, disarankan untuk memperhatikan kembali rasio bahan agar produk akhir memiliki cita rasa yang lebih seimbang dan diterima dengan lebih baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan awal bagi pengembangan fermentasi pangan lokal dengan pendekatan modifikasi substrat.
Pemanfaatan Sereal Biji Nangka sebagai Alternatif Sarapan Adestia Tangke Padang
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 3 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v3i2.43

Abstract

Bahan pangan lokal merupakan salah satu sumber daya yang berpotensi mendukung diversifikasi dan ketahanan pangan. Salah satu bahan pangan yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah biji nangka. Selama ini, biji nangka umumnya hanya direbus atau dibuang, padahal mengandung karbohidrat, protein, serat, dan mineral yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dasar produk pangan alternatif. Pengolahan biji nangka menjadi sereal diharapkan dapat menghasilkan produk yang praktis, ekonomis, dan memiliki nilai guna bagi kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan sereal berbahan dasar biji nangka serta mengetahui tingkat penerimaannya sebagai alternatif sarapan. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan beberapa tahapan, yaitu pemilihan dan pencucian biji nangka, perebusan, pengeringan, penghalusan menjadi tepung, pencampuran bahan, pembentukan adonan, dan pemanggangan hingga menghasilkan sereal siap dikonsumsi. Uji coba produk dilakukan kepada lima responden selama tiga hari untuk mengamati penerimaan terhadap rasa, tekstur, aroma, dan pengalaman konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sereal biji nangka dapat diterima dengan baik dari segi rasa dan tekstur serta memberikan rasa kenyang setelah dikonsumsi. Namun, pengujian masih terbatas pada jumlah responden dan waktu pengamatan yang singkat sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan responden lebih banyak, penilaian organoleptik yang terstruktur, serta pengujian kandungan gizi untuk mengetahui kelayakan produk sebagai alternatif sarapan secara lebih menyeluruh.