Nita Magfirah Ilyas
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PKM Peserta Didik SMAN 6 Kabupaten Gowa (Pembuatan Hand Sanitizer Berbahan Dasar Sereh) Sumiati Side; Diana Eka Putri; Nita Magfirah Ilyas; Suriati Eka Putri
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah peserta didik SMAN 6 Kabupaten Gowa. Masalah yang dihadapi oleh mitra adalah: (1) penyebaran Covid-19 yang sangat cepat, dan (2) mahalnya harga hand sanitizer di pasaran. Target yang ingin dicapai melalui kegiatan PKM ini adalah peserta didik SMAN 6 Gowa dapat mengetahui cara pengolahan sereh menjadi hand sanitizer alami yang berkualitas serta mengetahui metode pengemasan hand sanitizer agar lebih menarik sehingga perolehan keuntungan usaha lebih meningkat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah: sosialisasi program, rencana tindakan, penyampaian materi, demonstrasi, pendampingan, diskusi, dan tanya jawab. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah : (1) para peserta pelatihan benar-benar mengikuti penyampaian materi oleh penyaji. Peserta aktif dalam sesi diskusi selama kegiatan penyampaian materi maupun pada saaat demonstrasi sehingga diskusi berlangsung dengan baik, (2) sebanyak 20 orang peserta yang hadir selama kegiatan berlangsung. Para peserta adalah peserta didik SMAN 6 Gowa, dan (3) lebih dari 75 % peserta telah mampu membuat hand sanitizer dari sereh dan mengemas hand sanitizer secara menarik. Kata kunci: sereh, hand sanitizer
Perbandingan Sifat Organoleptik Tape Singkong (Manihot Esculenta) dan Tape Ketan Hitam (Oryza Sativa L.Var. Glutinosa) yang dibuat dari Berbagai Jenis Ragi Muh Ilham; Nita Magfirah Ilyas
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 2 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v2i3.35

Abstract

Tape merupakan produk fermentasi tradisional yang dibuat denganbantuan ragi tape. Ragi tape setidaknya mengandung mikroorganisme berupakapang, khamir dan bakteri yang akan merombak karbohidrat dalamsingkongmaupun beras ketan hitam menjadi glukosa, etanol, CO2, serta asamlaktat dan asam asetat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan sifat organoleptik tape singkong (Manihot esculenta) dantapeketan hitam (Oryza sativa L. Var. Glutinosa) yang dibuat dengan ragi dari berbagai pasar di Kabupaten Takalar. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah uji organoleptik menggunakan parameter citarasa, aroma, tekstur dan warna terhadap 4 jenis ragi yang diperoleh dari pasar Pattallassang, Central, Bulukunyi dan Lengkese. Kualitas organoleptik terbaiksecara akumulatif untuk tape singkong diperoleh pada TSP dengan rata-rata8,4 (sangat suka) dan kualitas organoleptik terbaik secara akumulatif untuktape ketan hitam diperoleh pada TKHP dengan rata-rata 7,5 (suka).
Analisis Peranan Mikroorganisme dalam Proses Bioteknologi Produk Susu: Tinjauan pada Keju, Yogurt, dan Yakult Nita Magfirah Ilyas; Inna Raehana Ruad
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v3i1.38

Abstract

Produk fermentasi susu seperti keju, yogurt, dan Yakult merupakan hasil penerapan bioteknologi pangan yang telah lama dikenal dan terus berkembang. Kajian ini bertujuan untuk meninjau berbagai metode bioteknologi yang digunakan dalam proses pembuatan ketiga produk tersebut, termasuk jenis susu, mikroorganisme, serta inovasi bahan tambahan yang digunakan. Berdasarkan analisis literatur dari beberapa jurnal, fermentasi dengan kombinasi bakteri asam laktat seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus terbukti paling efektif dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi. Susu sapi merupakan bahan baku terbaik untuk menghasilkan tekstur dan rasa yang unggul, sementara susu kedelai menawarkan alternatif untuk konsumen vegan. Penambahan bahan alami seperti buah naga juga meningkatkan nilai fungsional dan visual produk. Kajian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan mikroorganisme, pemilihan bahan baku, dan inovasi formulasi berperan penting dalam meningkatkan mutu produk susu fermentasi baik dari aspek gizi, sensorik, maupun fungsional.
Perbandingan Organoleptik Kimchi Sawi Putih (Brassica rapa subsp. pekinensis) dengan Variasi Substrat: Tepung Ketan (Oryza sativa glutinosa) dengan Buah Pir (Pyrus communis) dan Kentang (Solanum tuberosum) Nita Magfirah Ilyas; Adestia Tangke Padang
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v3i1.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil organoleptik kimchi sawi putih dengan variasi substrat fermentasi berupa tepung ketan dan buah pir, yang dikombinasikan dengan kentang sebagai media tambahan. Pembuatan kimchi dilakukan secara sederhana melalui tahapan fermentasi suhu ruang selama 24 jam, dengan memperhatikan prinsip dasar pengawetan alami. Penilaian dilakukan melalui uji organoleptik oleh 15 panelis dengan lima parameter: penampilan, aroma, tekstur, rasa dan warna, menggunakan skala hedonik 1–5. Hasil uji menunjukkan bahwa kimchi dengan substrat tepung ketan memperoleh nilai yang lebih tinggi dalam aspek penampilan, tekstur, dan rasa, dibandingkan dengan substrat buah pir. Rata-rata skor tertinggi diperoleh pada kimchi tepung ketan dengan skor 4,2 untuk rasa, menandakan preferensi panelis yang lebih tinggi terhadap produk tersebut. Meskipun begitu, aroma dari kedua jenis kimchi masih dinilai sedang oleh sebagian panelis. Salah satu temuan penting adalah ketidakseimbangan antara jumlah bumbu dan volume sawi putih yang dapat memengaruhi persepsi sensorik secara keseluruhan. Oleh karena itu, disarankan untuk memperhatikan kembali rasio bahan agar produk akhir memiliki cita rasa yang lebih seimbang dan diterima dengan lebih baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan awal bagi pengembangan fermentasi pangan lokal dengan pendekatan modifikasi substrat.