The decreasing accuracy of prepaid APP meters that have been in operation for more than ten years causes energy measurement deviations, resulting in power losses that impact the electricity provider’s revenue. This study aims to analyze the magnitude of power losses caused by calibration inconsistencies in old prepaid APP meters in the PLN ULP Tanjung Redeb area. The research method includes technical observation of APP meters, accuracy testing using portable test equipment and the Hioki CM 3286 clamp meter, and analysis of customer energy consumption data four months before and after meter replacement. The results show that old prepaid APP meters exhibit energy measurement deviations exceeding the ±1% tolerance limit for Class 1 accuracy meters, with error values reaching more than 10%, leading to under-registration. Comparison of energy consumption data indicates a significant increase in recorded energy after meter replacement, implying substantial power losses in old meters. These findings confirm that old prepaid APP meters no longer meet measurement accuracy standards and may cause economic losses to the electricity provider. Therefore, periodic calibration and systematic replacement of aging meters are essential to reduce non-technical losses.PERHITUNGAN RUGI DAYA PADA PROSES KALIBRASI APP METER PRABAYAR GENERASI LAMAPenurunan akurasi pada APP (Alat Pembatas dan Pengukur) meter prabayar yang telah beroperasi lebih dari 10 tahun menyebabkan deviasi pengukuran energi dan memunculkan rugi daya (losses) yang berdampak pada kerugian penyedia listrik. Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya rugi daya yang ditimbulkan akibat ketidaksesuaian kalibrasi pada APP meter prabayar generasi lama di wilayah PLN ULP Tanjung Redeb. Metode penelitian meliputi observasi teknis APP, pengujian akurasi menggunakan alat portable test equipment dan tang ampere Hioki CM 3286, serta analisis data konsumsi energi pelanggan empat bulan sebelum dan sesudah penggantian meter. Hasil penelitian menunjukkan adanya deviasi pengukuran energi pada APP prabayar generasi lama yang melampaui batas toleransi standar ±1% kelas akurasi 1, dengan nilai error mencapai 7,18% dimana nilai ini jauh melampaui batas toleransi error SPLN (±5%) sehingga menyebabkan pencatatan energi lebih kecil dari aktual (under register). Perbandingan data konsumsi energi menunjukkan peningkatan energi tercatat setelah penggantian meter, yang mengindikasikan adanya rugi daya signifikan pada meter generasi lama. Setelah dilakukan program penggantian APP meter prabayar generasi lama, pendapatan PLN meningkat sebesar Rp 323.237,16/tahun. Hasil ini membuktikan bahwa program penggantian meter prabayar generasi lama layak dan efisien secara ekonomi. Oleh karena itu, kalibrasi berkala dan program penggantian meter generasi lama menjadi langkah strategis untuk mengurangi losses non teknis