Dhama Maulana
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teori Perenealisme dalam Kurikulum Berbasis Cinta untuk Mengembangkan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Dhama Maulana; M. Ikrom Alawi Ibnaz; Fiona Athiyya Nabilah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2509

Abstract

This study aims to explore the integration of Indonesian language learning models through the integration of the Perennialism philosophy and the Love-Based Curriculum (KBC) framework. The main issue raised is the dichotomy in modern education that tends to prioritize linguistic technical competence while ignoring the deepening of character and the depth of philosophical meaning. Using a descriptive qualitative method through literature study, this study explores the synergy between critical reasoning (logos) and affective empathy (pathos). The results show that the KBC model is able to position Indonesian canonical literary texts as instruments for internalizing eternal values (Panca Cinta) through the Socratic Dialogue and Empathy Project methodologies. This synthesis offers a solution for the development of a holistic curriculum, where Indonesian functions not only as a means of communication, but also as a vehicle for the formation of wise and morally integrity human beings in the contemporary era.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggali integrasi model pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui integrasi filosofi Perenialisme dan kerangka Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Masalah utama yang diangkat adalah adanya dikotomi dalam pendidikan modern yang cenderung memprioritaskan kompetensi teknis linguistik namun mengabaikan pendalaman karakter dan kedalaman makna filosofis. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi sinergi antara nalar kritis (logos) dan empati afektif (pathos). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model KBC mampu memposisikan teks sastra kanon Indonesia sebagai instrumen internalisasi nilai-nilai abadi (Panca Cinta) melalui metodologi Dialog Sokratik dan Proyek Empati. Sintesis ini menawarkan solusi bagi pengembangan kurikulum yang holistik, di mana Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai wahana pembentukan manusia yang bijaksana dan memiliki integritas moral di era kontemporer.
KONFLIK BATIN TOKOH JULEHA PADA NOVEL SISI TERGELAP SURGA: KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Dhama Maulana; Fiona Athiyya Nabilah; Mahmudah Fitriyah
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.22935

Abstract

Penelitian ini menganalisis konflik batin tokoh Juleha dalam Novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna, sebuah karya yang menyoroti dilema psikologis dan sosial di tengah kerasnya realitas ekonomi Jakarta. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi dan membedah dinamika pertarungan antara dorongan insting (Id), tekanan moralitas (Superego), dan peran penyeimbang dari Ego Juleha. Penelitian ini menggunakan pendekatan Psikoanalisis Struktur Kepribadian Sigmund Freud, yang didukung oleh metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis) terhadap kutipan-kutipan tekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin Juleha didominasi oleh ketegangan ekstrem antara Id, yang termanifestasi sebagai dorongan bertahan hidup (survival instinct) yang mencari pemuasan ekonomi segera, dengan Superego yang menghukum Ego melalui penderitaan psikis, rasa malu, dan trauma kekerasan seksual. Ego Juleha berhasil mencapai keseimbangan yang rapuh melalui mekanisme pertahanan diri, terutama rasionalisasi altruistik, di mana ia membenarkan profesi pekerja seksnya sebagai wujud pengorbanan keibuan demi kelangsungan hidup dan masa depan anaknya. Simpulan menunjukkan bahwa pengorbanan keibuan ini menjadi penyeimbang utama antara naluri dasar yang dilanggar dan st danar moral, memungkinkan adaptasi psikis Juleha terhadap realitas suram.