Latar Belakang: Stunting masih menjadi permasalahan gizi balita di Indonesia, salah satu faktor penyebab stunting adalah kurangnya asupan gizi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegahnya dengan memperikan intervensi gizi spesifik berupa Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Tujuan: Menganalisis pengaruh intervensi gizi spesifik PMBA dengan olahan pangan lokal terhadap asupan gizi balita stunting dan non-stunting di Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pre-post control group design yang dilakukan di Desa Pasir Gombong, Cikarang Utara pada Juli–Agustus 2025. Subjek penelitian berjumlah 30 orang, yaitu 15 balita stunting (intervensi) dan 15 balita non-stunting (kontrol). Intervensi yang dilakukan adalah pemberian PMBA berupa pangan lokal tinggi protein hewani dan bubuk taburia selama 60 hari. Variabel yang dikumpulkan berupa karakteristik ibu dan balita menggunakan kuesioner, serta asupan makan balita yang diukur dengan food recall 2x24 jam. Data dianalisis menggunakan Paired T-test, Uji-T Independen, Wilcoxon, dan Mann-Whitney. Hasil: Perubahan asupan gizi energi, karbohidrat, dan lemak balita stunting dan non-stunting setelah diberikan intervensi gizi spesifik berbeda signifikan (p<0,05), sedangkan pada asupan gizi protein tidak berbeda signifikan (p=0,310). Kesimpulan: Intervensi gizi belum memberikan peningkatan signifikan terhadap asupan gizi energi, lemak, karbohidrat maupun protein pada balita stunting. Peningkatan asupan gizi pada kelompok kontrol mengindikasikan adanya faktor eksternal di luar intervensi yang berpotensi memengaruhi pola konsumsi.