Asrida Asrida
a:1:{s:5:"en_US";s:27:"Universitas Negeri Makassar";}

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI GREEN ACCOUNTING DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN PEMERINTAHAN DI INDONESIA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Asrida Asrida; Miya Nurohmah
Journal of Accounting and Finance Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jafin.v5i2.16722

Abstract

Green accounting atau akuntansi lingkungan merupakan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan aspek lingkungan hidup ke dalam sistem pelaporan keuangan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis literatur mengenai implementasi green accounting dalam pengelolaan keuangan pemerintah di Indonesia secara sistematis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Proses seleksi dilakukan terhadap 127 artikel dari basis data Scopus, Google Scholar, SINTA, dan Garuda dengan rentang waktu publikasi 2019–2024, menghasilkan 42 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi green accounting di sektor pemerintahan Indonesia masih dalam tahap berkembang dan belum terstandardisasi; (2) mekanisme Climate Budget Tagging (CBT) yang diterapkan sejak 2016 menjadi instrumen kunci dalam menandai anggaran perubahan iklim pada APBN dengan rata-rata alokasi Rp93,81 triliun per tahun (2016–2022); (3) penerbitan Green Sukuk oleh Pemerintah Indonesia sejak 2018 telah membiayai lebih dari 200 proyek ramah lingkungan senilai kumulatif lebih dari USD 6 miliar; (4) terdapat tiga hambatan utama dalam implementasi: keterbatasan standar akuntansi lingkungan, kapasitas sumber daya manusia yang belum memadai, dan lemahnya regulasi yang memaksa; (5) sistem SISNERLING (Sistem Neraca Lingkungan dan Ekonomi) yang dikembangkan BPS mengacu pada kerangka SEEA (System of Environmental-Economic Accounting) PBB namun belum sepenuhnya terintegrasi dalam laporan keuangan pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan standardisasi akuntansi lingkungan berbasis PSAP (Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan), penguatan regulasi mandatory, dan peningkatan kapasitas aparatur keuangan negara sebagai langkah strategis menuju tata kelola keuangan pemerintah yang berkelanjutan. Kata Kunci: green accounting, akuntansi lingkungan, keuangan pemerintah, systematic literature review, climate budget tagging, APBN hijau, SDGs