Muhammad Arif Fur’qon
Universitas Islam Negeri Salatiga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Krisis Makna Cinta Peradaban Modern: Telaah Humanisme Erich Fromm Dalam Buku The Art Of Loving Muhammad Arif Fur’qon; Arya Bagus Nur Ajiyanto
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v2i1.142

Abstract

Penelitian ini mengkaji krisis makna cinta dalam peradaban modern melalui lensa humanisme Erich Fromm sebagaimana tersaji dalam The Art of Loving. Tujuan penelitian adalah (1) menganalisis konsep cinta dalam kerangka humanisme Fromm, (2) mengkaji kritik Fromm terhadap peradaban modern yang mereduksi cinta, dan (3) menjelaskan relevansi gagasan Fromm bagi kehidupan sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis interpretatif melalui close reading teks primer serta pemetaan literatur pendukung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Fromm memosisikan cinta sebagai sebuah art—keterampilan etis yang harus dilatih serta sebagai aktivitas produktif yang terdiri atas empat unsur: care, responsibility, respect, dan knowledge. Dalam peradaban modern, orientasi having (memiliki) yang didorong oleh kapitalisme dan rasionalitas instrumental telah menggeser orientasi being (menjadi), sehingga cinta kerap direduksi menjadi komoditas, mengalami relasi yang bersifat instrumental, dan menyuburkan alienasi emosional. Implikasi praktisnya terlihat pada rapuhnya solidaritas dan melemahnya fungsi humanistik cinta dalam ruang publik. Kemudian  menemukan titik temu penting antara gagasan Fromm dan nilai-nilai religious, terutama konsep rahmah dalam tradisi Islam sebagai landasan untuk mereaktualisasikan cinta sebagai tenaga moral dalam rekonstruksi etika sosial. Kesimpulannya, pemikiran Erich Fromm tetap relevan dan menawarkan kerangka konseptual yang berguna untuk memahami dan merespons krisis relasi kemanusiaan di era modern.