p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotan
Andi Herwati -
Universitas Muslim Maros

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Invigorasi Benih Kedelai (Glycine max L. Merril) melalui Perlakuan Matriconditioning dan Agens Hayati: Invigoration of Soybean (Glycine max L. Merril) Seeds through Matriconditioning and Biological Agents Treatment Mariani - -; Adil Padilla -; Andi Herwati -; Nining Haerani -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya kedelai adalah kualitas benih. Pasokan benih yang akan di tanam oleh para petani bersumber dari penangkar lokal dengan fasilitas produksi dan penyimpanan yang sebagian besar belum cukup memadai dapat mempengaruhi kualitas benih yang beredar dikalangan petani. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah kemunduran benih adalah dengan perlakuan invigorasi benih salah satunya dengan metode matriconditioning yang dikombinasikan dengan agens hayati. Perlakuan matriconditioning plus agens hayati dapat menginduksi produksi senyawa fenolik selama perkecambahan biji yang dapat meningkatkan kualitas benih sehingga dapat memperbaiki pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis matriconditioning dan lama perlakuan matriconditioning yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2022 sampai bulan Maret 2022 di laboratorium UPT. BSMBTPH SUL-SEL dan Instalasi Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode RAL pada penelitian laboratorium dan RAK faktorial pada penelitian lapangan. Penelitian terdiri dari dua faktor. Faktor 1 jenis matriconditioning dan Faktor 2 Lama perlakuan matriconditioning yang terdiri dari 3 taraf yakni 6 jam, 12 jam, 18 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis matriconditioning plus agens hayati memberikan pengaruh nyata pada perlakuan daya berkecambah, panjang radikula, berat kering kecambah normal dan jumlah polong, sedangkan lama perlakuan 12 jam matriconditioning memberikan pengaruh nyata pada daya berkecambah dan interaksi perlakuan jenis matriconditioning dan lama perlakuan matriconditioning memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat 100 biji pada pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai.
Respons Tanaman Jagung (Zea mays L.) Pada Aplikasi Mikroorganisme Lokal dari Beberapa Akar Tumbuhan yang Berpotensi Sebagai PGPR: Response of Corn Plants (Zea mays L.) to the Application of Local Microorganisms from Several Plant Roots That Have Potential as PGPR Andi Herwati -; Eva Apriliana Basri; Haerul - -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung pulut atau jagung ketan termasuk jenis jagung khusus yang makin populer dan banyak dibutuhkan konsumen dan industri. Produksi jagung dalam negeri tidak mencukupi Jagung pulut mempunyai citarasa yang enak, lebih gurih, lebih pulen dan lembut. Rasa gurih muncul karena kandungan amilopektin yang terkandung dalam jagung pulut sangat tinggi, mencapai 90%. Struktur pati dari jagung pulut juga termasuk spesifik sehingga cocok pula untuk kebutuhan industri, selain untuk kebutuhan pangan. Tingginya persentase kandungan fraksi tepung pada endosperma biji memberikan kontribusi terhadap kandungan pati yang tinggi pada biji, sehingga cocok untuk industri etanol. Penggunaan Mikroorganisme Lokal dan bahan organik sebagai bio-fertilizer (pupuk hayati) yang mampu mentransformasi sumber nutrient (hara) yang ada di tanah dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis MOL, dosis, dan interaksi antara jenis dengan dosis yang memberikan pengaruh terbaik pada tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor UPT. BPTPH Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Maros pada bulan Juni sampai Agustus 2022. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dimana faktor pertama jenis MOL yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua dosis yang terdiri dari 4 taraf setiap kombinasi terdiri 3 ulangan, setiap ulangn terdiri atas 12 tanaman sehingga terdapat 36 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOL ekstrak akar bambu memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. MOL ekstrak akar bambu memberikan pengaruh terbaik terhadap diameter batang 1,26 mm, umur berbunga 40 hst, berat tongkol 3,80 g, panjang akar 72,67 cm, berat basah akar 4,77 g, dan berat kering akar 2,00 g. Dosis 20 mL.L-1 memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman 64,48 cm, jumlah daun 9,25 helai, umur berbunga 40 hst, berat tongkol 3,80 g, diameter tongkol 4,40 cm dan panjang akar 72,67 cm.Terdapat interaksi antara jenis MOL dan dosis yang memberikan pengaruh terhadap panjang akar, berat basah akar dan berat kering akar tanaman jagung.
Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryza Sativa L.) Varietas Inpari 32 Pada Dua Jenis dan Dosis Pupuk Organik Cair (POC): Growth and Production of Rice (Oryza sativa L.) Inpari 32 Variety on Two Types and Doses of Liquid Organic Fertilizer (POC) M. Asri -; Haerul - -; Andi Herwati -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan bahan pangan yang menjadi makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia, karena itu komoditas ini memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi Indonesia. Permintaan akan beras semakin meningkat dari waktu ke waktu dengan semakin bertambahnya penduduk sehingga untuk mencukupi kebutuhan pangan, produksi beras harus ditingkatkan. Meningkatnya permintaan akan beras sehingga mendorong perlunya melakukan teknik budidaya yaitu salah satunya adalah pemberian pupuk organik cair (POC) dengan memperhatikan frekuensi pemberiannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis POC yang memberikan hasil yang paling baik pada tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (UPT. BBTPH-BUN) Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Maros pada bulan April sampai Agustus 2023. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial 2 faktor, dimana faktor pertama jenis POC yang terdiri dari 2 jenis yaitu POC jerami padi dan POC bonggol pisang dan faktor kedua dosis POC yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10 ml/l, 20 ml/l dan 30 ml/l, setiap kombinasi terdiri 3 ulangan, setiap ulangan terdiri atas 6 perlakuan sehingga terdapat 18 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis POC bonggol pisang dengan dosis 20 ml/l memberikan hasil paling baik pada pertumbuhan dan produksi tanaman padi, pada tinggi tanaman sebanyak 105.5 cm, jumlah tanaman per rumpun 20.33 anakan, jumlah tanaman produktif per rumpun 17.67 anakan, panjang malai 24 cm, jumlah gabah per malai 166.33 bulir dan bobot 1000 butir 33 g. sedangkan jenis POC jerami padi dengan dosis 30 mL/l memberikan hasil yang paling baik terhadap parameter berat gabah per malai dengan nilai 5.11 g. Terdapat interaksi antara jenis dan dosis POC yang memberikan pengaruh terhadap jumlah tanaman per rumpun 20.33 anakan dan jumlah tanaman produktif per rumpun 17.67 anakan pada tanaman padi.