p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotan
Nining Haerani -
Universitas Muslim Maros

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Invigorasi Benih Kedelai (Glycine max L. Merril) melalui Perlakuan Matriconditioning dan Agens Hayati: Invigoration of Soybean (Glycine max L. Merril) Seeds through Matriconditioning and Biological Agents Treatment Mariani - -; Adil Padilla -; Andi Herwati -; Nining Haerani -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya kedelai adalah kualitas benih. Pasokan benih yang akan di tanam oleh para petani bersumber dari penangkar lokal dengan fasilitas produksi dan penyimpanan yang sebagian besar belum cukup memadai dapat mempengaruhi kualitas benih yang beredar dikalangan petani. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah kemunduran benih adalah dengan perlakuan invigorasi benih salah satunya dengan metode matriconditioning yang dikombinasikan dengan agens hayati. Perlakuan matriconditioning plus agens hayati dapat menginduksi produksi senyawa fenolik selama perkecambahan biji yang dapat meningkatkan kualitas benih sehingga dapat memperbaiki pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis matriconditioning dan lama perlakuan matriconditioning yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2022 sampai bulan Maret 2022 di laboratorium UPT. BSMBTPH SUL-SEL dan Instalasi Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode RAL pada penelitian laboratorium dan RAK faktorial pada penelitian lapangan. Penelitian terdiri dari dua faktor. Faktor 1 jenis matriconditioning dan Faktor 2 Lama perlakuan matriconditioning yang terdiri dari 3 taraf yakni 6 jam, 12 jam, 18 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis matriconditioning plus agens hayati memberikan pengaruh nyata pada perlakuan daya berkecambah, panjang radikula, berat kering kecambah normal dan jumlah polong, sedangkan lama perlakuan 12 jam matriconditioning memberikan pengaruh nyata pada daya berkecambah dan interaksi perlakuan jenis matriconditioning dan lama perlakuan matriconditioning memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat 100 biji pada pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai.
Aplikasi Methyl Eugenol Sebagai Pengendali Lalat Buah (Bactrocera Sp.) pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.): Application of Methyl Eugenol to control fruit flies (Bactrocera Sp.) on red chili plants (Capsicum annum L.) Nining Haerani -; Dwi Alfiandini -; Haerul - -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah (Capsicum annum.) dalam pengusahaannya idak terlepas dari gangguan hama dari awal pertumbuhan hingga pasca panen. Salah satu jenis hama yang menyebabkan kerusakan dan kerugian yang cukup besar pada budidaya cabai adalah lalat buah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis methyl eugenol dan ketinggian perangkap terhadap pengendalian hama lalat buah pada tanaman cabai merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2021 bertempat di grand house UNHAS Makassar, Sulawesi Selatan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama dosis methyl eugenol yaitu: 0,75 mL/perangkap, 1,5 mL/perangkap dan 2 mL/perangkap. Sementara faktor kedua adalah ketinggian perangkap yang terdiri dari: 90 cm, 100 cm, dan 110 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis methyl eugenol 0,75 mL/perangkap memberikan hasil yang lebih baik tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Sementara pada perlakuan ketinggian perangkap menunjukkan bahwa perlakuan ketinggian perangkap 100 cm memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah lalat buah yang terperangkap yaitu 13, 22 ekor tidak berbeda nyata dengan ketinggian 90 cm dan berbeda nyata dengan ketinggian 110 cm.
Pengaruh Pemangkasan dan Pemberian Kompos Ampas Teh Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.): The Influence of Pruning and Application of Tea Dregs Compost on The Growth and Production of Cucumber Plants (Cucumis sativus L.) Musdalipa - -; Bibiana Rini Widiati Giono; Nining Haerani -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi mentimun masih tergolong rendah dan belum memenuhi kebutuhan pasar. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman mentimun yaitu dengan teknik budidaya diantaranya dengan dilakukannya teknik pemangkasan yang sesuai/baik dan penggunaan dosis pupuk yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui letak ruas pangkasan yang memberi respon terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun, dosis kompos ampas teh yang memberi hasil terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun dan interaksi antara letak ruas pangkasan dan dosis kompos ampas teh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Panelitian ini dilaksanakan pada bulan maret 2023 sampai selesai, bertempat di Dusun Mangai, Desa Mangeloreng, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Rancangan penelitian yang digunakan yakni Rancangan Petak Terpisah (RPT), dengan 16 kombinasi perlakuan, masing-masing diulang sebanyak 3 ulangan sehingga terdapat 48 unit pengamatan. Rancangan percobaan terdiri atas dua faktor perlakuan, yaitu faktor letak ruas pangkasan (kontrol, ruas 6, 12, dan 18) dan faktor dosis kompos ampas teh (kontrol, dosis 6 kg perplot, 12 kg perplot, dan 18 kg perplot). Variabel yang diamati meliputi panjang sulur tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah bunga jantan, jumlah bunga betina, panjang buah, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman dan diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara letak ruas pangkasan dan dosis kompos ampas teh pada parameter jumlah bunga jantan 62,67 buah, jumlah bunga betina 31,67 buah, panjang buah 41,00 cm, jumlah buah pertanaman 2,33 buah dan berat buah pertanaman 866,67 g. Perlakuan terbaik letak ruas pangkasan dengan 12 ruas dan kompos ampas teh dengan dosis 12 kg perplot.
Uji Efektivitas Aplikasi MOL Daun Kelor dan Rebung Terhadap Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.): Test of the Effectiveness of MOL Application of Moringa Leaves and Bamboo Shoots on the Growth of Brassica rapa L. Plants Fitriani - -; Nining Haerani -; Bibiana Rini Widiati Giono
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan satu dari banyaknya sayuran yang budidayanya mudah. Sawi pakcoy ini adalah salah satu tanaman yang toleran terhadap hujan, tidak bergantung pada musim dan dapat dipanen sepanjang tahun. Tujian penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman terhadap dosis MOL daun kelor dan rebung dan interaksi keduanya yang memberikan pengaruh terbaik terhadap tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2022 di Kelurahan Soreang, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Faktorial dengan rancangan dasar RAK yang terdapat 9 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 unit dimana setiap perlakuan terdiri atas 2 unit sehingga berjumlah 54 unit tanaman percobaan, dimana faktor pertama MOL daun kelor (k) terdiri atas 3 taraf perlakuan dan faktor kedua MOL rebung (r) yang terdiri atas 3 taraf perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pada pemberian dosis MOL rebung pada parameter tinggi tanaman dengan dosis 40 mL/tanaman. Dan terdapat pengaruh interaksi sangat nyata pada interaksi keduanya dengan dosis 200 mL dan 10 mL pada parameter indeks luas daun.