This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotan
Maman Adiaman -
Universitas Muhammadiyah Sinjai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Formulasi Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae Terhadap Leptocorisa acuta: Formulation of Entomopathogenic Fungus Beauveria bassiana and Metarhizium anisopliae against Leptocorisa acuta Dian Ekawati Sari; Rajmi Faridah -; Maman Adiaman -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi padi saat ini menjadi target utama dalam dunia pertanian, salah satu metode yang perlu diperhatikan dalam peningkatan produksi tanaman padi yaitu proses budidaya tanaman. Pengendalian hama merupakan kegiatan yang dilakukan di setiap tahapan dalam budidaya tanaman mulai dari pengolahan tanah sampai pasca panen. Hama utama dalam budidaya tanaman padi yang sangat berpengaruh dalam proses produksi yaitu Leptocorisa acuta. Hama tersebut selalu muncul di setiap musim tanam dan mewajibkan petani untuk melakukan pengendalian secara kimiawi. Pengendalian yang dilakukan petani saat ini hanya sebatas melakukan penyemprotan senyawa kimia saja tanpa mengetahui dan tidak memperhatikan bahaya yang akan ditimbulkan dari tersebut. Pengendalian ramah lingkungan menggunakan cendawan entomopatogen merupakan salah satu cara untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia sintetik ditingkat petani sehingga produk yang dihasilkan bebas residu pestisida dan dapat diterima di pasar internasional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek dari formulasi cendawan entomopatogen Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae terhadap hama L. acuta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan efektif terhadap L. acuta, namun diantara perlakuan tersebut yang paling cepat memberikan efek yaitu perlakuan dengan konsentrasi 8% dapat menyebabkan mortalitas 100% pada hari ke 5 setelah aplikasi.