Rada Citra Saputra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANIFESTASI OKULAR PADA PASIEN LONG COVID SYNDROME Angiesta Pinakesty; Rada Citra Saputra; Sahilah Ermawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2021: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long Covid Syndrome adalah suatu gejala yang masih dialami oleh seorang pasien COVID19 yang telah mengalami perbaikan klinis atau pasien yang telah dinyatakan negatif dari hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR), sehingga perlu perawatan lebih lama di rumah sakit, kurang lebih 3 minggu. Gejala umum yang terjadi adalah kelalahan dan sesak napas. Gejala yang kurang umum, antara lain menggigil, kemerahan, sakit telinga, dan gangguan penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manifestasi okular pada pasien long covid syndrome dan mekanisme yang mendasarinya. Pencarian data dilakukan secara sistematis dengan sumber database dari PubMed, Sciencedirect, dan Google Scholar tentang manifestasi okular pada pasien dengan long covid syndrome dan mekanisme terjadinya. Data yang memenuhi kriteria restriksi diekstraksi dengan menggunakan metode PRISMA. Didapatkan sebanyak tiga artikel yang sesuai dengan kriteria restriksi penelitian ini. Total populasi penelitian ini sebanyak 483 pasien, terdiri dari 249 laki-laki dan 234 perempuan. Usia rata-rata keseluruhan populasi adalah 49 tahun. Manifestasi okular pada pasien long covid syndrome dengan presentase terbanyak adalah pandangan kabur (46,9%), sedangkan yang paling sedikit ditemukan adalah peningkatan tekanan intraokular (0%). Long covid syndrome dapat menunjukkan manifestasi pada mata berupa masalah refraksi hingga pembuluh darah mata.
EVALUASI TERAPI KORTIKOSTEROID SISTEMIK PADA PASIEN CROUP-LARYNGOTRACHEOBRONCHITIS: TINJAUAN SISTEMATIS Rada Citra Saputra; Angiesta Pinakesty; Yan Wirayudha
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2021: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Croup-Laringotrakeobronkitis adalah penyakit yang menyebabkan batuk, stridor,dan suara serak pada anak-anak karena inflamasi pada laring, trakea, dan bronkus. Croup terjadi pada 2%-6% pada anak-anak setiap tahun dan sering menyerang anak usia kurang dari 6 tahun, anak laki-laki lebih banyak menderita croup daripada anak perempuan. Kortikosteroid telah digunakan sebagai pengobatan laringotrakeobronkitis akut. Perbaikan klinis dari gejala terjadi 1-6 jam setelah pemberian sistemik. Kortikosteroid yang sering digunakan adalah dexamethasone. Rute pemberian oral sama efektif dengan intramuskular (-+80%). Tinjauan sistematis ini menjelaskan evaluasi terapi penggunaan kortikosteroid sistemik pada Croup-Laringotrakeobronkitis sebagai perbaikan atau kejadian pasca terapi selama pengobatan. Metode: Teknik pengoleksian data pada tinjauan ini diambil dari Pubmed, Sciencedirect, NEJM, dan BMJ untuk mendapatkan evaluasi terapi baik efek samping, perbaikan klinis, dan westley croup score setelah terapi. Uji kualitas setiap artikel dilakukan dengan metode GRADE. Hasil: Terkumpul 72 artikel dengan empat artikel yang layak dengan kualitas artikel tinggi, sedang, dan rendah. Terdapat durasi perbaikan rata-rata yang signifikan dan tidak diperlukan penambahan steroid pada terapi. Follow-up diperlukan untuk mengetahui efek samping setelah pengobatan (perubahan mood, gangguan tidur, nyeri perut, dan sakit kepala). Kesimpulan: Terapi dexametason efektif dan baik terhadap pengobatan croup-laringotrakeobronkitis pada anak dan mengurangi gejala pasca terapi.