Vivi Nur Fitriana
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tuberkulosis Paru Terkonfirmasi TCM Lesi Luas Kasus Baru dengan Efusi Pleura Dextra Multilobulated HIV Negatif Vivi Nur Fitriana; Niwan Tristanto Martika
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efusi pleura adalah akumulasi cairan patologis di ruang pleura. Ruang pleura terdapat di antara pleura parietalis pada sisi dinding toraks dan pleura visceralis yang menyelimuti organ paru, pada kondisi normal terdapat 10 hingga 20 cc cairan yang berfungsi sebagai lubrikan di antara dua permukaan ini. Gejala klinis berupa sesak napas, batuk, dan kadang - kadang nyeri dada yang tajam namun tidak menjalar. Dilaporkan kasus seorang laki-laki usia 21 tahun dengan sesak nafas, sesak dirasakan sudah 7 bulan terakhir, batuk berdahak berwarna kuning, lemas, demam, pasien dalam pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Pada pemeriksaan fisik didapatkan pengembangan dada kanan tertinggal dari dada kiri, fremitus kanan lebih lemah dari kiri, pada pemeriksaan perkusi didapatkan dada kanan redup dari SIC VII ke bawah dan kiri sonor, pada auskultasi suara dasar vesukular kanan menurun, dan didapatkan ronki pada kedua lapang paru bagian atas. Gambaran radiologi menunjukkan adanya corakan veskuler yang kasar, infiltrate di kedua lapang paru, basal kanan suram, diafragma, dan sinus kanan suram. Pada pemeriksaan tes cepat molekuler (TCM) dan kultur tuberculosis didapatkan hasil positif, dilakukan PITC dengan hasil negatif. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang menunjukkan adanya efusi pleura dextra yang disebabkan karena tuberculosis. Pada pasien ini kemudian diberikan pengobatan berupa obat OAT.
Otitis Media Supuratif Kronik Muhjatul Qolbi Nafi'ah; Vivi Nur Fitriana; Donny Hartanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otitis media supuratif kronik merupakan kondisi inflamasi pada telinga bagian tengah disertai perforasi membran timpani dan riwayat keluarnya sekret dari liang telinga lebih dari 2 bulan. Prevalensi di dunia yaitu sekitar 65-330 juta orang, terutama di negara berkembang. Penyebab paling sering dari OMSK adalah Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus.Terdapat dua tipe OMSK, yaitu OMSK tipe benigna (tanpa kolesteatoma) dan tipe maligna (dengan kolesteatoma). Kerusakan fungsi pendengaran merupakan salah satu gejala sisa yang sering terjadi dari otitis media supuratif kronis. Di Indonesia, angka kejadian OMSK masih tinggi. Oleh sebab itu, diperlukan tatalaksana yang tepat untuk mengatasi OMSK di Indonesia. Tatalaksana yang diberikan berupa pembersihan liang telinga, antibiotik topikal dan sistemik, dan pembedahan.