Anna Budiarti
RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Atrial Fibrilasi pada Hipertiroid: Diagnosis dan Penatalaksanaan Aviola Syania Putri; Anna Budiarti
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atrial Fibrilasi(AF) didefinisikan sebagai aritmia jantung yang memiliki karakteristik RR interval yang ireguler, serta tidak terdapat gelombang P yang jelas pada gambaran EKG. Atrial Fibrilasi sering diasosiasikan dengan kejadian hipertiroid. Hal ini dikarenakan Atrial Fibrilasi terjadi pada lebih dari 15% pasien hipertiroid. Tujuan dari case report ini adalah untuk menegakkan diagnosis dan penatalaksanaan dari Atrial Fibrilasi pada Hipertiroid. Atrial Fibrilasi ditandai dengan dada berdebar, sesak nafas saat aktivitas, pusing, gejala adanya iskemia, serta penyebab lain dari AF misalnya hipertiroid. Pasien perempuan berusia 43th datang ke Poli Jantung RSUD Dr.Harjono Ponorogo dengan keluhan dada sesak sejak satu minggu yang lalu, sesak muncul kadang-kadang, meningkat pada saat aktivitas, keluhan membaik saat istirahat, kedua tangan pasien tidak dapat diam, berat badan menurunnamun nafsu makan normal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nadi yang ireguler, eksofthalmus(+/+) serta adanya pembesaran tiroid (-/+). Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan FT4 5,67(H) dan TSH <0,005(H) yang meningkat, hasil EKG menunjukkan adanya Atrial Fibrilasi serta pada Echocardiografi didapatkan adanya cardiomyopathy, Valvular Heart Disease. Terapi utama Atrial Fibrilasi pada Hipertiroid adalah dengan memperbaiki kondisi hipertiroidnya setelah tegak penyebab Atrial Fibrilasinya adalah hipertiroid.
Seorang Laki-Laki Usia 57 Tahun dengan Infark Miokard Akut Elevasi Segmen ST Anterior dan Thrombus Intracardiac: Laporan Kasus Faril Arwan Tri Rahma; Anna Budiarti
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ST-elevation myocardial infarction (STEMI) anterior merupakan sindrom koroner akut dengan mortalitas serta risiko komplikasi tinggi, termasuk pembentukan trombus intrakardiak. Kami melaporkan kasus seorang laki-laki berusia 57 tahun yang datang dengan keluhan nyeri dada kiri sejak 10 hari sebelum masuk rumah sakit, disertai mual dan keringat dingin. Pemeriksaan elektrokardiografi menunjukkan elevasi segmen ST pada sadapan anterior yang konsisten dengan STEMI anterior, disertai peningkatan signifikan high-sensitivity troponin I. Pasien menjalani terapi reperfusi menggunakan fibrinolisis streptokinase akibat keterbatasan fasilitas intervensi koroner perkutan primer, namun evaluasi pasca-fibrinolisis tidak menunjukkan resolusi segmen ST yang adekuat. Pemeriksaan ekokardiografi transthorakal selanjutnya menemukan trombus intrakardiak pada apikal ventrikel kiri dengan fraksi ejeksi menurun. Temuan ini sejalan dengan literatur yang menyebutkan bahwa infark anterior luas, disfungsi ventrikel kiri, dan keterlambatan reperfusi merupakan faktor risiko utama trombus ventrikel kiri. Pasien diberikan terapi antikoagulasi heparin intravena yang dilanjutkan dengan warfarin, menunjukkan perbaikan klinis dan pengecilan ukuran trombus. Kasus ini menegaskan pentingnya evaluasi ekokardiografi dini dan antikoagulasi yang tepat pada pasien STEMI anterior.