Faril Arwan Tri Rahma
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Seorang Laki-Laki Usia 57 Tahun dengan Infark Miokard Akut Elevasi Segmen ST Anterior dan Thrombus Intracardiac: Laporan Kasus Faril Arwan Tri Rahma; Anna Budiarti
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ST-elevation myocardial infarction (STEMI) anterior merupakan sindrom koroner akut dengan mortalitas serta risiko komplikasi tinggi, termasuk pembentukan trombus intrakardiak. Kami melaporkan kasus seorang laki-laki berusia 57 tahun yang datang dengan keluhan nyeri dada kiri sejak 10 hari sebelum masuk rumah sakit, disertai mual dan keringat dingin. Pemeriksaan elektrokardiografi menunjukkan elevasi segmen ST pada sadapan anterior yang konsisten dengan STEMI anterior, disertai peningkatan signifikan high-sensitivity troponin I. Pasien menjalani terapi reperfusi menggunakan fibrinolisis streptokinase akibat keterbatasan fasilitas intervensi koroner perkutan primer, namun evaluasi pasca-fibrinolisis tidak menunjukkan resolusi segmen ST yang adekuat. Pemeriksaan ekokardiografi transthorakal selanjutnya menemukan trombus intrakardiak pada apikal ventrikel kiri dengan fraksi ejeksi menurun. Temuan ini sejalan dengan literatur yang menyebutkan bahwa infark anterior luas, disfungsi ventrikel kiri, dan keterlambatan reperfusi merupakan faktor risiko utama trombus ventrikel kiri. Pasien diberikan terapi antikoagulasi heparin intravena yang dilanjutkan dengan warfarin, menunjukkan perbaikan klinis dan pengecilan ukuran trombus. Kasus ini menegaskan pentingnya evaluasi ekokardiografi dini dan antikoagulasi yang tepat pada pasien STEMI anterior.
Asfiksia Neonatorum pada Bayi Aterm dengan Intrauterine Growth Restriction yang Lahir dari Ibu dengan Preeklampsia Berat: Laporan Kasus Faril Arwan Tri Rahma; Kautsar Prastudia Eko Binuko
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal, terutama pada bayi dengan faktor risiko seperti preeklampsia dan intrauterine growth restriction (IUGR). Asfiksia terjadi akibat kegagalan bayi baru lahir untuk memulai dan mempertahankan pernapasan spontan yang adekuat, sehingga menimbulkan hipoksemia dan asidosis. Laporan kasus ini membahas seorang bayi perempuan aterm dengan IUGR yang lahir melalui seksio sesarea atas indikasi preeklampsia berat. Bayi lahir dengan skor Apgar 4-6, berat badan lahir 2200 gram, dan menunjukkan tanda klinis asfiksia sedang. Diagnosis ditegakkan berdasarkan skor Apgar, kondisi klinis neonatus, serta adanya faktor risiko maternal dan perinatal. Tatalaksana awal dilakukan sesuai pedoman resusitasi neonatus terkini dengan fokus pada ventilasi efektif dan perawatan suportif. Setelah dilakukan penanganan segera, kondisi klinis bayi menunjukkan perbaikan dan stabil. Berdasarkan literatur, preeklampsia dan IUGR berperan dalam menurunkan cadangan oksigen janin dan mengganggu adaptasi ekstrauterin. Kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dini faktor risiko dan resusitasi neonatus yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.