Reza Salmaa Nur Aziizah
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Psoriasis Pustula Generalisata pada Wanita Usia 35 Tahun Reza Salmaa Nur Aziizah; Milany Harirahmawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Psoriasis ialah suatu kondisi peradangan kulit yang menyebabkan lapisan luar kulit lebih cepat melepaskan sel-selnya dan mempercepat proses keratinisasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis dan memberikan penatalaksanaan pada pasien dengan psoriasis pustula generalisata. Metode: Penelitian ini merupakan studi case report dengan menggunakan data primer. Hasil: Cae, seorang wanita berusia 35 tahun, mengeluhkan rasa gatal, terbakar, dan bercak berisi nanah di sekujur tubuhnya selama tiga hari terakhir. Tampaknya banyak bintik-bintik yang bergabung bersama untuk menciptakan apa yang tampak seperti sebuah danau (danau nanah). Kondisi ini bermanifestasi sebagai sebuah danau nanah yang terbentuk dari pustula beberapa milimeter hingga lentikular, beberapa di antaranya memiliki dasar dan sisik plak eritematosa. Dua tahun lalu, riwayat pasien sangat mirip. Diagnosis psoriasis pustular luas ditegakkan didasarkan pada riwayat pasien, hasil pemeriksaan fisik, dan bukti pendukung. Methotrexate dua kali, loratadine dua kali, krim lasodex dua puluh gram dicampur desoxymetason dua puluh gram, suntikan vitamin C satu gram setiap dua puluh empat jam, suntikan omeprazole dua belas jam, dan suntikan kortikosteroid metilprednisolon enam puluh 2,5 mg semuanya merupakan bagian dari terapi. Kesimpulan: Pasien didiagnosis dengan Psoriasis Pustulosa Generalisata (PPG) dan hasil anamnesis didapatkan keluhan gatal-gatal di badan dan kulit meradang.
Upaya Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Ny. W 63 Tahun dengan Hipertensi dan DM dalam Meningkatkan Konsumsi Obat secara Rutin terhadap Pasien Isna Rifah; Shintia Suci Pratama Dewi; Annisa Rizki Maharani; Reza Salmaa Nur Aziizah; Heru Subagyo; Anika Candrasari
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit hipertensi masih menempati proporsi terbesar dari seluruh PTM yang dilaporkan, yaitu sebesar 76,5 persen, sedangkan urutan kedua terbanyak adalah Diabetes Mellitus sebesar 10,7 persen. Dua penyakit tersebut menjadi prioritas utama pengendalian PTM di Jawa Tengah. tujuan: Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengidentifikasi Faktor Risiko, Masalah Klinis Dan Memberikan Penatalaksanaan Pasien Dengan Implementasi Layanan Dokter Keluarga Holistik Berdasarkan Pendekatan Kedokteran Berbasis Bukti Dengan Pendekatan Yang Berpusat Pada Pasien Dan Keluarga. Metode: Penelitian Ini Merupakan Laporan Kasus. Data Primer Diperoleh Melalui Anamnesis (Langsung Dari Pasien Dan Tidak Langsung Dari Anggota Keluarga), Pemeriksaan Fisik, Dan Kunjungan Rumah Untuk Melengkapi Data Keluarga, Psikososial, Dan Lingkungan. Data Sekunder Diperoleh Dari Rekam Medis Pasien Di Puskesmas. Penilaian Didasarkan Pada Diagnosis Holistik Dari Awal, Proses, Dan Akhir Studi Kuantitatif Dan Kualitatif. Hasil: Seorang Perempuan Berusia 63 Tahun Dinyatakan Menderita Sakit Hipertensi Dan Diabetes Milletus. Pasien Mengakui Adanya Penyakit Tersebut pada Dirinya. Hasil Evaluasi Didapatkan Keluhan Pasien Berkurang, Pengetahuan Pasien Dan Keluarga Mengenai Hipertensi Dan Diabetes Milletus Masih Kurang Dan Perlu Diedukasi Lebih Lanjut. Kesimpulan: Hipertensi Dan Diabetes Mellitus Yang Terjadi Pada Pasien Disebabkan Oleh Faktor Usia Dan Makanan Yang Dikonsumsi Pasien diperluakan juga edukasi menegnai penyakit kepada pasien dan keluarganya.