Dwi Kusumaningsih
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Hipoglikemia dan Anemia dengan Kejadian Stroke Iskemik Nastiti Farasvita Putri; Dwi Kusumaningsih; S Sulistyani; Safari Wahyu Jatmiko
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Stroke iskemik adalah jenis stroke yang disebabkan oleh tersumbatnya arteri serebral, arteri vertebral, atau vena serebral sehingga terjadi kematian jaringan otak. Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan disabilitas utama di banyak negara dengan lebih dari 7,6 juta kasus baru tiap tahunnya. Patologi utama stroke iskemik adalah adanya aterosklerosis pembuluh darah besar yang dapat menyebabkan infark. Plak aterosklerotik dapat menyebabkan penyempitan lumen pembuluh darah, iskemi jaringan, dan perubahan metabolik pada jaringan yang divaskularisasi. Kejadian stroke dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, diantaranya faktor yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Kadar gula darah dan hemoglobin termasuk ke dalam faktor yang dapat dimodifikasi. Pencegahan stroke dapat dilakukan dengan mengendalikan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Penelitian pra-klinis menunjukkan adanya hubungan potensial antara risiko kejadian penyakit kardio/serebrovaskular pada pasien hipoglikemia melalui peningkatan katekolamin. Namun, premis ini belum didukung dengan studi klinis yang baik sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa anemia termasuk salah satu faktor risiko terjadinya stroke iskemik. Anemia menyebabkan hiperdinamik sirkulasi darah sehingga terjadi peningkatan ekspresi molekul adhesi pada endotel vaskuler. Beberapa penelitian masih menunjukkan hasil yang kurang konsisten. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan hipoglikemia dan anemia dengan kejadian stroke iskemik. Metode : Penelitian dilakukan dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling. Data yang telah didapatkan dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chisquare dan uji Fisher. Hasil : Analisis bivariat menunjukkan nilai p value hubungan hipoglikemia dengan stroke iskemik adalah 1,0, sedangkan nilai p value hubungan hipoglikemia dengan stroke iskemik adalah 0,57. Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara hipoglikemia dan anemia dengan kejadian stroke iskemik.
Efektivitas Terapi Akupunktur terhadap Penurunan Derajat Low Back Pain (LBP) di Klinik Pratama Kusmahati Dua Sukoharjo Danendra Favian Alif Kusumo; Dwi Kusumaningsih; S Sulistyani; Saidatul Fitriyah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB) ialah salah satu masalah kesehatan Musculosceletal Disorders (MSD). Awal mula penyakit tersebut, adanya keluhan nyeri pada bagian punggung bawah berasal dari vertebra bagian spinal, otot, saraf serta bagian di daerah tersebut. Akupunktur ialah suatu alternatif pengobatan dengan insersi jarum kecil dengan target kulit di titik yang dituju. kasus low back pain dapat diberikan perlakuan pada titik Shensu (BL 23) secara bilateral, titik Dachangshu (BL 25) secara bilateral dan titik Weizhong point (BL 40) pada bagian yang sakit. Perlakuan tersebut diberikan sebanyak 4 kali dengan interval 1 kali dalam seminggu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya efektivitas terapi akupuntur terhadap penurunan nyeri nyeri punggung bawah. Penelitian ini menggunakan metode quasy-experimental. Studi ini menggunakan one group pre-test post-test design dengan dua kelompok subjek penelitian. satu kelompok diberikan intervensi menggunakan alternatif akupunktur. Sedangkan kelompok lain sebagai kelompok kontrol tanpa intervensi akupunktur dan diberikan analgetik. Penelitian ini berlangsung selama empat minggu, dilakukan intervensi dan diukur menggunakan alat NPRS pada kedua kelompok. Hasil penelitian dengan uji wilcoxon didapatkan bahwa skor nprs menurun baik pada kelompok perlakuan maupun kontrol dengan p-value 0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan pada NPRS dari pasien nyeri punggung bawah dalam penurunan skor dan uji man whitney.