YM Agung Prihatiyanto
RSUD Kabupaten Karanganyar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Seorang Perempuan 38 Tahun dengan Ureterolitiasis dan Pielonefritis Dextra Lorenza Eka Damayanti; YM Agung Prihatiyanto; Maulina Yulianti; Aisyawa Sabrina Aaliyah Sanyoto; Narendra Putra Adi Pamungkas; Hengki Setyawan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Ureterolitiasis merupakan penyakit ginjal yang ditandai dengan adanya batu dalam saluran kemih yang mengandung komponen kristal dan matriks organik. Ureterolitiasis akan menyebabkan menifestasi klinis seperti demam, nyeri pinggang, gangguan berkemih dan lain sebagainya. Sedangkan pielonefritis merupakan jenis infeksi saluran kemih yang dimulai dari uretra atau kandung kemih dan menyebar ke salah satu atau kedua ginjal. Kasus: Laporan kasus ini akan membahas tentang seorang perempuan usia 38 tahun dengan diagnosis ureterolitiasis dan pielonefritis dextra. Pasien datang ke IGD RSUD Karanganyar pada tanggal 30 Juni 2023 dengan keluhan nyeri perut. Nyeri perut dirasakan pada bagian sebelah kanan dan menjalar ke punggung. Keluhan tersebut dirasakan pasien sejak 3 minggu yang lalu dan semakin memberat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri ketok costovertebra positif pada bagian kanan (+/-). Kesimpulan: Pasien direncanakan untuk pemeriksaan USG upper dan lower abdomen dan didapatkan hasil berupa gambaran ureterolitiasis yang menyebabkan terjadinya pielonefritis dextra. Pasien dirawat inap di RSUD Karanganyar untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Seorang Perempuan Usia 28 Tahun dengan Parotitis Bilateral Imam Muchlis Sukhufam; YM Agung Prihatiyanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parotitis merupakan suatu infeksi pada kelenjar parotis yang umumnya disebabkan oleh virus Paramyxovirus, terutama virus mumps. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak, tetapi juga dapat menyerang orang dewasa. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan manifestasi klinis, penatalaksanaan, serta luaran dari seorang pasien perempuan berusia 28 tahun yang mengalami parotitis bilateral dan menjalani perawatan di RSUD Karanganyar. Metode yang digunakan dalam laporan ini meliputi analisis riwayat medis, pemeriksaan fisik, serta evaluasi terhadap terapi yang diberikan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pasien mengalami demam dengan suhu tubuh 37,9 °C, nyeri saat menelan, serta pembengkakan yang nyata pada area leher selama delapan hari. Pemeriksaan fisik mengungkapkan adanya pembesaran kelenjar parotis bilateral yang disertai nyeri. Penatalaksanaan yang diberikan mencakup pemberian analgesik, cairan intravena, dan terapi suportif lainnya. Berdasarkan laporan ini, parotitis bilateral pada pasien dewasa dapat ditangani dengan terapi suportif yang optimal, termasuk pengelolaan nyeri dan hidrasi yang adekuat. Deteksi dini serta penanganan yang tepat memiliki peran penting dalam mencegah komplikasi yang lebih serius.
Wanita 42 Tahun dengan Cushing Syndrome, Bronkopneumonia, Gerd, Infeksi Saluran Kemih, Hipertensi, dan Tinea Incognito Ilham Edgar Fadhila Chandra; YM Agung Prihatiyanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cushing's Syndrome adalah suatu penyakit yang ditandai dengan kumpulan tanda dan gejala karena pengaruh kadar hormon kortisol yang beredar secara berlebihan di dalam tubuh. Pneumonia adalah radang akut yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya. GERD adalah suatu keadaan patologis akibat refluks kandungan lambung ke dalam esofagus dengan berbagai gejala akibat keterlibatan esofagus, faring, laring dan saluran napas. Infeksi pada saluran kemih biasanya terjadi karena kurangnya faktor kebersihan sehingga bakteri menginfeksi saluran kemih. Tinea inkognito adalah infeksi dermatofita yang telah kehilangan manifestasi khas gambaran klinisnya, sehingga dapat menyerupai gambaran penyakit kulit lainnya.
Anemia Akut akibat Perdarahan Saluran Cerna bagian Atas pada Pasien Usia 74 Tahun Salwa Salsabiela; YM Agung Prihatiyanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia akut adalah penurunan kadar hemoglobin yang terjadi cepat dan sering berkaitan dengan perdarahan masif, dengan perdarahan saluran cerna bagian atas (UGIB) sebagai salah satu penyebab penting pada usia lanjut. UGIB diperkirakan terjadi sekitar 50-150 kasus per 100.000 orang per tahun dengan mortalitas 5-10%, dan di Indonesia perdarahan varises terkait sirosis dilaporkan sebagai penyebab tersering. Laporan ini bertujuan menggambarkan perjalanan klinis dan tatalaksana suportif anemia akut akibat UGIB pada pasien geriatri. Metode: laporan kasus berbasis rekam medis yang mencakup anamnesis di IGD, pemeriksaan fisik, hasil laboratorium/penunjang yang tersedia, catatan terapi, serta follow up harian selama perawatan. Pasien laki-laki 74 tahun datang dengan hematemesis dan melena disertai lemas serta nyeri epigastrium. Hemoglobin turun dari 10,4 g/dL menjadi 6,4 g/dL meskipun perdarahan klinis tidak berulang. Pasien mendapat resusitasi cairan, antiemetik, inhibitor pompa proton intravena, agen antifibrinolitik, serta transfusi PRC total 3 kolf hingga hemoglobin meningkat menjadi 10,3 g/dL. Pada tindak lanjut, keluhan membaik tanpa rebleeding; konstipasi ditangani secara suportif. Simpulan: pemantauan serial hemoglobin tetap penting pada UGIB, dan keputusan transfusi perlu dipandu derajat anemia serta kondisi klinis untuk mencegah komplikasi pada lansia.