Maulina Yulianti
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Seorang Laki-Laki Usia 35 Tahun dengan Morbus Hansen dan Reaksi Eritema Nodosum Leprosum (ENL) Maulina Yulianti; Milany Harirahmawati; Narendra Putra Adi Pamungkas; Lorenza Eka Damayanti; Hengki Setyawan; Aisyawa Sabrina Aliyah Sanyoto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Morbus Hansen atau Kusta adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae. Kuman M. Leprae masuk ke dalam tubuh seseorang dapat timbul gejala klinis sesuai dengan kerentanan pasien. Reaksi kusta merupakan penyebab signifikan morbiditas pada populasi penderita kusta. Eritema Nodosum Leprosum (ENL) merupakan komplikasi imunologi yang menyerang sekitar 50% pasien kusta lepromatosa (LL) dan 10% kusta borderline lepromatous (BL). Studi Kasus : Seorang laki-laki usia 35 tahun mengeluhkan gatal pada area UKK. Pasien pertama kali datang ke Poliklinik Kulit RSUD Karanganyar terdiagnosis Morbus Hansen dengan keluhan pertama muncul papul eritema kecoklatan diseluruh wajah dan tubuh. Hasil pemeriksaan fisik semua normal kecuali status dermatologis pasien terdapat macula eritema kecoklatan multiple pada wajah dan tubuh serta nodul eritema multiple di punggung dengan lesi >5 pada seluruh permukaan wajah, leher, dada, punggung, tangan dan kaki. Hasil pemeriksaan saraf tidak terdapat anestesia dan pemeriksaan laboratorium Hansen BTA Kulit dinyatakan positif. Pasien terdiagnosa Morbus Hansen dengan reaksi Eritema Nodosum Leprosum (ENL). Kesimpulan : Diagnosa pasien yaitu Morbus Hansen tipe multibasilar (MB) dengan reaksi Eritema Nodosum Leprosum (ENL).
Seorang Perempuan 63 Tahun dengan Bronkopneumonia, PPOK Eksaserbasi Akut, Post ORIF Vertebra Narendra Putra Adi Pamungkas; Maria Reciana Setiailani; Lorenza Eka Damayanti; Maulina Yulianti; Aisyawa Sabrina Aaliyah Sanyoto; Hengki Setyawan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkopneumonia merupakan radang dari saluran pernapasan yang terjadi pada bronkus sampai dengan alveolus paru akibat virus bakteri atau jamur. Penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) adalah penyakit paru diakibatkan oleh adanya hambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel. Morbiditas dan mortalitas penderita PPOK dihubungkan dengan eksaserbasi periodik yaitu terjadi perburukan gejala. Eksaserbasi akut adalah PPOK yang mengalami perburukan dengan tambahan gejala yaitu frekuensi sesak napas semakin meningkat, peningkatan jumlah dan perubahan purulensi sputum. Kasus ini mendeskripsikan pasien berusia 63 tahun yang datang ke IGD RSUD Karanganyar dengan keluhan sesak napas sejak 1 minggu. Keluhan disertai batuk berdahak sejak 1 minggu yang lalu. kemudian dilakukan pemeriksaan fisis dan penunjang didapatkan diagnosis bronkopneumonia, PPOK eksaserbasi akut, dan post ORIF vertebra. Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi pemberian oksigen, bronkodilator, antibiotik, ekspektoran, proton pump inhibitor, dan kortikosteroid.
Seorang Laki-Laki dengan TB Paru terkonfirmasi Bakteriologis, Kasus Baru, Status HIV Negative, Bronkopneumonia, dan Efusi Pleura Aisyawa Sabrina Aaliyah Sanyoto; M Musdalifah; Lorenza Eka Damayanti; Maulina Yulianti; Hengki Setyawan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan penting di dunia. Tuberkulosis (TB) paru dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui transmisi udara. Penyakit ini sebagian besar menyerang parenkim paru (TB paru) namun bakteri ini juga memiliki kemampuan untuk menginfeksi organ lain (TB ekstra paru). Laporan kasus ini akan membahas tentang seorang laki-laki usia 18 tahun dengan penyakit TB paru kasus baru disertai bronkopneumonia dan efusi pleura kanan kiri. Pasien datang ke poli paru RSUD Karanganyar pada tanggal 15 November 2023 dengan keluhan batuk disertai sesak, dan pusing. Hasil pemeriksaan TCM sputum didapatkan MTB detected low dan pemeriksaan foto thorax terdapat kesan cor tidak membesar, gambaran TB paru disertai bronkopneumonia, efusi pleura kanan kiri. Pasien tersebut didiagnosis TB Paru kasus baru dan mendapatkan terapi OAT Kategori 1. Pasien dirawat inap di RSUD Karanganyar untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Seorang Perempuan 38 Tahun dengan Ureterolitiasis dan Pielonefritis Dextra Lorenza Eka Damayanti; YM Agung Prihatiyanto; Maulina Yulianti; Aisyawa Sabrina Aaliyah Sanyoto; Narendra Putra Adi Pamungkas; Hengki Setyawan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Ureterolitiasis merupakan penyakit ginjal yang ditandai dengan adanya batu dalam saluran kemih yang mengandung komponen kristal dan matriks organik. Ureterolitiasis akan menyebabkan menifestasi klinis seperti demam, nyeri pinggang, gangguan berkemih dan lain sebagainya. Sedangkan pielonefritis merupakan jenis infeksi saluran kemih yang dimulai dari uretra atau kandung kemih dan menyebar ke salah satu atau kedua ginjal. Kasus: Laporan kasus ini akan membahas tentang seorang perempuan usia 38 tahun dengan diagnosis ureterolitiasis dan pielonefritis dextra. Pasien datang ke IGD RSUD Karanganyar pada tanggal 30 Juni 2023 dengan keluhan nyeri perut. Nyeri perut dirasakan pada bagian sebelah kanan dan menjalar ke punggung. Keluhan tersebut dirasakan pasien sejak 3 minggu yang lalu dan semakin memberat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri ketok costovertebra positif pada bagian kanan (+/-). Kesimpulan: Pasien direncanakan untuk pemeriksaan USG upper dan lower abdomen dan didapatkan hasil berupa gambaran ureterolitiasis yang menyebabkan terjadinya pielonefritis dextra. Pasien dirawat inap di RSUD Karanganyar untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.