Putri Isa Maharani Yaasiin
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aspergiloma Paru dengan Hemoptisis pasca Tuberkulosis Putri Isa Maharani Yaasiin; Riana Sari
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus infeksi paru di Indonesia paling umum antara lain tuberkulosis (TB), asma, kanker paru, dan pneumonia, namun terdapat infeksi yang jarang terjadi yaitu infeksi jamur paru/mikosis paru. Salah satunya terjadi akibat kekebalan seseorang terganggu. Diketahui mikosis paru sering terjadi pada individu pasca tuberculosis paru. Gejala yang ditimbulkan salah satunya batuk berdarah atau hemoptisis. Infeksi jamur yang umum terjadi pada paru-paru yaitu Aspergillosis. Data di Indonesia 7,7 juta pasien dirawat dengan 2,89% menderita mikosis paru dan Prevalensi aspergillosis pada orang dewasa diperkirakan sebesar 336.200. Artikel ini menggunakan metode studi kasus desain studi case report yang dilakukan di RSUP Surakarta yang bertujuan melaporkan kasus Aspergiloma paru dengan hemoptisis pasca tuberkulosis, adapun hasilnya yaitu seorang perempuan 55 tahun dengan keluhan sesak napas, batuk, dan hemoptisis dengan iwayat tuberkulosis paru pada pemeriksaan fisik menunjukkan suara ronkhi pada lapang paru kiri. Rontgen dada menunjukkan perbaikan akibat tuberkulosis paru dan CT scan Thorax menunjukkan adanya kavitas fibroinfiltrat dan lesi noduler disertai gambaran halo pada lapangan bawah paru kiri. Gambaran pada bronkoskopi tampak mukosa edema dan hiperemis. Pemeriksaan kultur bilasan bronkus ditemukan adanya jamur Aspergillus, sp. Pasien diberikan pengobatan itraconazole 100 mg selama 8 bulan hingga sembuh. Terapi supportif yang diberikan ialah fisioterapi dada dan terapi nutrisi.
Oculus Sinistra Pterygium Nasal Rekuren Grade IV Inflamatoar disertai Oculus Dextra Sinistra Katarak Senilis Imatur Putri Isa Maharani Yaasiin; N Naziya
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pterigium merupakan pertumbuhan jaringan fibrovaskular konjungtiva yang meluas ke kornea dan dapat bersifat progresif hingga mengganggu tajam penglihatan, terutama pada derajat lanjut dan kasus rekuren. Tujuan: menggambarkan manifestasi klinis, penegakan diagnosis, serta penatalaksanaan pterigium nasal rekuren derajat IV yang disertai katarak senilis imatur.Laporan kasus: pada seorang perempuan berusia 56 tahun yang datang dengan keluhan mata kiri merah, rasa mengganjal, dan penglihatan kabur, dengan riwayat operasi pterigium sebelumnya. Pemeriksaan oftalmologis menggunakan slit lamp menunjukkan adanya jaringan fibrovaskular pada konjungtiva bulbi nasal mata kiri yang meluas melewati limbus hingga menutupi sebagian pupil, sesuai dengan pterigium nasal rekuren grade IV, serta ditemukan katarak senilis imatur pada kedua mata. Pasien mendapatkan terapi medikamentosa berupa tetes mata lubrikan dan antiinflamasi nonsteroid serta direncanakan rujukan untuk tindakan pembedahan eksisi pterigium.Hasil: evaluasi menunjukkan bahwa pterigium rekuren derajat lanjut dapat menyebabkan gangguan visual bermakna dan berisiko progresif bila tidak ditangani secara definitif.Kesimpulan: laporan kasus ini menekankan pentingnya deteksi dini, pemilihan teknik bedah yang tepat, serta edukasi pencegahan paparan sinar ultraviolet untuk menurunkan risiko kekambuhan dan mempertahankan fungsi visual pasien.