Femi Dwi Aldini
Puskesmas Kartasura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Manifestasi Klinis Neuropati Perifer dan Deformitas Ekstremitas pada Pasien Post-Kusta Putri Dwi Anggreheni; Femi Dwi Aldini
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang menyerang saraf perifer dan dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang neuropati perifer serta deformitas ekstremitas. Meskipun terapi multidrug therapy (MDT) efektif mengeliminasi infeksi, komplikasi neurologis dan muskuloskeletal sering berdampak pada fungsi motorik dan mobilitas pasien post-kusta. Penelitian ini mengevaluasi manifestasi klinis neuropati perifer dan deformitas ekstremitas serta dampaknya terhadap fungsi motorik dan aktivitas sehari-hari pada pasien post-kusta. Studi ini menggunakan metode laporan kasus pada seorang pria 44 tahun dengan riwayat kusta yang telah menyelesaikan terapi MDT. Evaluasi dilakukan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk menilai derajat neuropati perifer, kelemahan otot, serta gangguan mobilitas. Pemeriksaan fisik menunjukkan hipoestesia pada ekstremitas, atrofi otot, serta deformitas claw hand dan drop foot yang membatasi aktivitas pasien. Gangguan keseimbangan meningkatkan risiko jatuh dan cedera. Selain itu, pasien mengalami dampak psikososial akibat stigma sosial yang menyebabkan keterlambatan dalam pencarian pengobatan. Neuropati perifer dan deformitas ekstremitas pada pasien post-kusta memiliki dampak yang signifikan terhadap fungsi motorik dan kualitas hidup. Pendekatan klinis komprehensif, termasuk rehabilitasi fisik dan dukungan psikososial, diperlukan untuk meningkatkan kemandirian pasien dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Leptospirosis sebagai "The Great Mimicker": Faktor Prognostik berbasis Parameter Klinis dan Laboratorium Oki Vinolia Amalanda Putri; Femi Dwi Aldini
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri genus Leptospira, famili Leprospiraceae ordo Spirochaetales yang patogen, dengan tikus sebagai reservoir utama. Menurut World Health Organization (WHO) insiden leptospirosis diperkirakan 0,1 sampai 1 per 100.000 penduduk pertahun pada daerah subtropis, serta 10 sampai 100 per 100.000 penduduk di daerah tropis. Centers for Disease Control (CDC) menetapkan leptospirosis sebagai neglected tropical disease (NTD) atau penyakit tropis yang terabaikan. Penyakit ini memiliki manifestasi klinis yang beragam dan sering menyerupai penyakit lain (the great mimicker), sehingga menyulitkan diagnosis dini dan penentuan prognosis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor prognostik leptospirosis berdasarkan parameter klinis dan laboratorium yang berhubungan dengan keparahan penyakit. Kajian ini dilakukan melalui telaah literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah terkini yang relevan. Hasil menunjukkan faktor klinis yang berhubungan dengan prognosis penyakit meliputi usia lanjut, oliguria atau anuria, dispnea, hipotensi, serta manifestasi perdarahan. Parameter laboratorium yang signifikan meliputi trombositopenia, leukositosis, peningkatan kreatinin dan ureum, gangguan fungsi hati, serta ketidakseimbangan elektrolit. Identifikasi dini faktor-faktor prognostik tersebut penting untuk stratifikasi risiko, penentuan tatalaksana yang tepat, serta upaya menurunkan morbiditas dan mortalitas leptospirosis di daerah endemis.