Oki Vinolia Amalanda Putri
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Osteomielitis Oki Vinolia Amalanda Putri; F Farhat
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteomielitis adalah kondisi peradangan tulang maupun sumsum tulang yang disebabkan oleh infeksi yang dapat bersifat akut maupun kronis. Patogen penyebab paling sering adalah Staphlococcus aureus. Luka terbuka merupakan sumber perkembangan pada 80% kasus osteomielitis. Menurut sebuah penelitian di Glasgow, Skotlandia insiden osteomielitis hematogen akut pada anak-anak di bawah usia 13 tahun telah menurun dari 87 menjadi 42 per 10.000 per tahun namun osteomielitis akibat adanya fokus infeksi dan inokulasi langsung oleh mikroorganisme cenderung meningkat. Diagnosis osteomielitis akut diawali dari identifikasi klinis yang ditandai dengan rasa nyeri tulang, kemerahan, demam, dan pseudoparalisis. Gambaran radiografi pada osteomielitis akut cenderung normal. Osteomielitis kronik ditandai dengan ditemukannya sinus discharge dan tampak gambaran sequestrum serta involucrum pada radiografi yang merupakan tanda patognomonik yang biasanya muncul pada akhir minggu kedua. Tatalaksana osteomielitis mencakup pemberian antibiotik dan intervensi bedah tergantung pada faktor klinis dan stadium infeksi.
Endometriosis Oki Vinolia Amalanda Putri; Farid Nurdiansyah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endometriosis merupakan penyakit neuroinflamasi kronis pada wanita usia reproduktif yang ditandai oleh adanya jaringan mirip endometrium di luar rahim. Endometriosis disebut sebagai estrogen dependent disease. Sekitar 6-10% wanita usia produktif mengalami endometriosis yang berhubungan dengan nyeri panggul kronis, dismenore, dispareunia, keluhan intestinal siklik, serta gangguan fertilitas yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Variabilitas manifestasi klinis dan kemiripan gejala dengan kelainan ginekologis lainnya menyebabkan keterlambatan diagnosis yang berdampak pada progresivitas penyakit dan peningkatan morbiditas, bahkan penelitian di Spanyol dan Inggris melaporkan penegakkan diagnosis endometriosis terlambat hingga 8 tahun. Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil anamnesis gejala klinis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan laparoskopi sebagai baku emas. Tatalaksana endometriosis bergantung pada keluhan spesifik yang dialami, tingkat keparahan gejala, lokasi lesi, tujuan pengobatan, dan keinginan untuk mempertahankan kesuburan di masa mendatang. Tatalaksana endometriosis meliputi tatalaksana medikamentosa ataupun intervensi bedah. Endometriosis sulit disembuhkan kecuali perempuan sudah menopause, angka kesembuhan sekitar 10-20% bahkan setelah penanganan bedah konservatif.
Leptospirosis sebagai "The Great Mimicker": Faktor Prognostik berbasis Parameter Klinis dan Laboratorium Oki Vinolia Amalanda Putri; Femi Dwi Aldini
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri genus Leptospira, famili Leprospiraceae ordo Spirochaetales yang patogen, dengan tikus sebagai reservoir utama. Menurut World Health Organization (WHO) insiden leptospirosis diperkirakan 0,1 sampai 1 per 100.000 penduduk pertahun pada daerah subtropis, serta 10 sampai 100 per 100.000 penduduk di daerah tropis. Centers for Disease Control (CDC) menetapkan leptospirosis sebagai neglected tropical disease (NTD) atau penyakit tropis yang terabaikan. Penyakit ini memiliki manifestasi klinis yang beragam dan sering menyerupai penyakit lain (the great mimicker), sehingga menyulitkan diagnosis dini dan penentuan prognosis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor prognostik leptospirosis berdasarkan parameter klinis dan laboratorium yang berhubungan dengan keparahan penyakit. Kajian ini dilakukan melalui telaah literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah terkini yang relevan. Hasil menunjukkan faktor klinis yang berhubungan dengan prognosis penyakit meliputi usia lanjut, oliguria atau anuria, dispnea, hipotensi, serta manifestasi perdarahan. Parameter laboratorium yang signifikan meliputi trombositopenia, leukositosis, peningkatan kreatinin dan ureum, gangguan fungsi hati, serta ketidakseimbangan elektrolit. Identifikasi dini faktor-faktor prognostik tersebut penting untuk stratifikasi risiko, penentuan tatalaksana yang tepat, serta upaya menurunkan morbiditas dan mortalitas leptospirosis di daerah endemis.