Desita Asri Yulistina
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Acute Kidney Injury pada Pasien dengan Chronic Kidney Disease: Laporan Kasus Desita Asri Yulistina; Retno Suryaningsih
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Acute Kidney Injury (AKI) masih menjadi masalah kesehatan global. Kejadian AKI mencapai 2.000-3.000 juta individu per tahun. AKI dapat terjadi pada kondisi Chronic Kidney Disease (CKD) dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas termasuk hilangnya fungsi ginjal jangka panjang. Penting untuk memahami lebih lanjut mengenai Acute on Chronic Kidney Disease (ACKD) termasuk peran CKD sebagai faktor risiko utama, serta manajemen yang tepat untuk mencegah penurunan fungsi ginjal lebih lanjut. Presentasi Kasus: Pria 58 tahun datang dengan keluhan sesak napas memburuk selama 3 hari terakhir. Terdapat riwayat hipertensi tidak terkontrol dan operasi batu ginjal. Ditemukan adanya ronki pada thoraks. Laboratorium menunjukkan anemia berat, kreatinin 5,4 mg/dL, dan nilai GFR 12 mL/min/1,73 m². USG ginjal menunjukkan hidronefrosis dengan hidroureter. Pasien didiagnosis AKI pada CKD akibat obstruksi. Diskusi: AKI dapat terjadi pada individu yang memiliki CKD karena pasien dengan CKD memiliki gangguan mekanisme autoregulasi ginjal yang mengurangi kemampuan kompensasi terhadap penurunan perfusi ginjal. Diagnosis AKI pada CKD mengacu pada kriteria Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO), melibatkan peningkatan serum kreatinin atau penurunan output urin. Simpulan: AKI pada CKD memperburuk prognosis ginjal. Diagnosis dan intervensi dini penting untuk mencegah komplikasi serius dan meningkatkan kelangsungan hidup pasien.
Kolesistitis Akut Akibat Kolelitiasis pada Wanita Usia 51 Tahun: Laporan Kasus Desita Asri Yulistina; Hitaputra Agung Wardhana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolesistitis akut merupakan salah satu penyebab tersering nyeri abdomen akut dan umumnya terjadi akibat obstruksi duktus sistikus, yang menimbulkan stasis empedu, aktivasi proses inflamasi, serta dapat disertai infeksi sekunder pada dinding kandung empedu. Penyebab paling sering dari obstruksi tersebut adalah kolelitiasis. Kolelitiasis sendiri dilaporkan terjadi pada sekitar 10-15% populasi umum dan 20-40% pasien mengalami komplikasi kolesistitis akut sebagai manifestasi yang paling sering. Kolesistektomi masih menjadi pilar utama terapi pada sebagian besar kasus kolesistitis akut akibat batu empedu. Modalitas diagnostik utama yang digunakan adalah ultrasonografi, karena mudah, non-invasif, dan memiliki akurasi tinggi untuk mendeteksi batu empedu, penebalan dinding kandung empedu, cairan perikolekistik, dan tanda Murphy sonografis. Tokyo Guidelines 2018 juga menekankan pentingnya integrasi gejala klinis, temuan laboratorium, dan pencitraan untuk menegakkan diagnosis serta menentukan derajat keparahan. Tatalaksana yang tepat waktu sangat berpengaruh pada luaran pasien. Kolesistektomi laparoskopik dini (early laparoscopic cholecystectomy) direkomendasikan sebagai standar perawatan, karena terbukti menurunkan angka kekambuhan, komplikasi, serta lama rawat dibandingkan pendekatan konservatif atau operasi tertunda. Laporan kasus ini menyajikan kolelithiasis dengan kolesistitis akut pada seorang wanita berusia 51 tahun.