Hitaputra Agung Wardhana
Rumah Sakit Umum Pusat Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kolesistitis Akut Akibat Kolelitiasis pada Wanita Usia 51 Tahun: Laporan Kasus Desita Asri Yulistina; Hitaputra Agung Wardhana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolesistitis akut merupakan salah satu penyebab tersering nyeri abdomen akut dan umumnya terjadi akibat obstruksi duktus sistikus, yang menimbulkan stasis empedu, aktivasi proses inflamasi, serta dapat disertai infeksi sekunder pada dinding kandung empedu. Penyebab paling sering dari obstruksi tersebut adalah kolelitiasis. Kolelitiasis sendiri dilaporkan terjadi pada sekitar 10-15% populasi umum dan 20-40% pasien mengalami komplikasi kolesistitis akut sebagai manifestasi yang paling sering. Kolesistektomi masih menjadi pilar utama terapi pada sebagian besar kasus kolesistitis akut akibat batu empedu. Modalitas diagnostik utama yang digunakan adalah ultrasonografi, karena mudah, non-invasif, dan memiliki akurasi tinggi untuk mendeteksi batu empedu, penebalan dinding kandung empedu, cairan perikolekistik, dan tanda Murphy sonografis. Tokyo Guidelines 2018 juga menekankan pentingnya integrasi gejala klinis, temuan laboratorium, dan pencitraan untuk menegakkan diagnosis serta menentukan derajat keparahan. Tatalaksana yang tepat waktu sangat berpengaruh pada luaran pasien. Kolesistektomi laparoskopik dini (early laparoscopic cholecystectomy) direkomendasikan sebagai standar perawatan, karena terbukti menurunkan angka kekambuhan, komplikasi, serta lama rawat dibandingkan pendekatan konservatif atau operasi tertunda. Laporan kasus ini menyajikan kolelithiasis dengan kolesistitis akut pada seorang wanita berusia 51 tahun.
Eksisi Tumor Lidah Ec Pyogenic Granuloma dengan Ulkus Dorsum Pedis Sinistra Lutfi Saifuddin Anhar; Hitaputra Agung Wardhana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pyogenic granuloma merupakan lesi jinak vaskular yang sering muncul sebagai respons terhadap trauma lokal, iritasi kronis, atau perubahan hormonal. Lesi ini ditandai dengan pertumbuhan cepat, warna merah keunguan, serta kecenderungan mudah berdarah, sehingga sering menimbulkan kecurigaan terhadap keganasan dan memerlukan pendekatan diagnostik yang tepat. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan gambaran klinis, proses penegakan diagnosis, tatalaksana, serta luaran klinis pada pasien dengan pyogenic granuloma. Pasien datang dengan keluhan benjolan yang cepat membesar dan mudah berdarah. Penegakan diagnosis dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, serta konfirmasi pemeriksaan histopatologis. Tatalaksana berupa eksisi bedah lengkap pada lesi disertai eliminasi faktor pencetus yang diduga berperan dalam terjadinya kelainan. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan proliferasi kapiler dengan stroma edematous dan infiltrasi sel radang tanpa adanya tanda keganasan, yang konsisten dengan diagnosis pyogenic granuloma. Pasca tindakan, pasien menunjukkan penyembuhan luka yang baik tanpa komplikasi maupun tanda kekambuhan selama masa observasi. Kasus ini menegaskan pentingnya identifikasi dini dan pendekatan diagnostik yang tepat untuk membedakan pyogenic granuloma dari lesi neoplastik lainnya. Penatalaksanaan yang adekuat melalui eksisi bedah memberikan hasil klinis yang optimal serta menurunkan risiko kekambuhan.