Anggrahenie Prima Diana
RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Seorang Wanita 26 Tahun Primigravida, G1P0A0 UK 13 Minggu + 2 Hari dengan Febris 9 Hari, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF): Laporan Kasus Mukhti Maulana Muhammad; Anggrahenie Prima Diana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue. Pada wanita hamil yang mengalami DHF, meyebabkan pada penurunan tingkat hematokrit yaitu sekitar 34%, terjadi penurunan trombosit menjadi 35.000 yang akan menyebabkan trombositopenia pada ibu hamil yang mengalami DHF, infeksi pada kehamilan meningkatkan risiko perdarahan bagi ibu dan bayi baru lahir, lalu peningkatan insiden kelahiran prematur dan kematian janin. Terapi DHF adalah bersifat suportif dan simtomatis. Penatalaksanaan ditujukan untuk mengganti kehilangan cairan akibat kebocoran plasma dan memberikan terapi substitusi komponen darah bilamana diperlukan.
Seorang Wanita 28 Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 37 Minggu dengan Anemia Gravis dan Letak Lintang Aufa Faza Fauzan Farma; Alifa Agil Dhillu Yunitama; Anggrahenie Prima Diana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemui dan dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal maupun perinatal. Selain itu, letak lintang merupakan bentuk malpresentasi janin yang jarang namun berbahaya, terutama bila terjadi pada kehamilan aterm. Kombinasi anemia dan presentasi letak lintang memerlukan penatalaksanaan yang cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi serius. Dilaporkan seorang wanita berusia 28 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 37 minggu, datang ke RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo dengan hasil laboratorium menunjukkan anemia dan pemeriksaan USG yang menunjukkan letak lintang. Pada pemeriksaan hematologi menunjukkan anemia mikrositik hipokromik yang konsisten dengan anemia defisiensi besi. Pasien mendapatkan transfusi darah dan dilakukan pemantauan CTG, lalu direncanakan tindakan sectio caesarea transperitoneal. Pasien menunjukkan perbaikan klinis pada hari pertama pascaoperasi. Penatalaksanaan yang tepat, termasuk transfusi untuk optimalisasi kondisi ibu sebelum operasi dan tindakan sectio caesarea, merupakan langkah yang sesuai untuk mencegah komplikasi. Kasus ini menekankan pentingnya identifikasi dini anemia dan malpresentasi janin melalui ANC yang adekuat. Intervensi cepat dan tepat sangat penting dalam mengurangi risiko morbiditas pada kasus dengan anemia dan letak lintang.