Alifa Agil Dhillu Yunitama
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Seorang Wanita 28 Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 37 Minggu dengan Anemia Gravis dan Letak Lintang Aufa Faza Fauzan Farma; Alifa Agil Dhillu Yunitama; Anggrahenie Prima Diana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemui dan dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal maupun perinatal. Selain itu, letak lintang merupakan bentuk malpresentasi janin yang jarang namun berbahaya, terutama bila terjadi pada kehamilan aterm. Kombinasi anemia dan presentasi letak lintang memerlukan penatalaksanaan yang cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi serius. Dilaporkan seorang wanita berusia 28 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 37 minggu, datang ke RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo dengan hasil laboratorium menunjukkan anemia dan pemeriksaan USG yang menunjukkan letak lintang. Pada pemeriksaan hematologi menunjukkan anemia mikrositik hipokromik yang konsisten dengan anemia defisiensi besi. Pasien mendapatkan transfusi darah dan dilakukan pemantauan CTG, lalu direncanakan tindakan sectio caesarea transperitoneal. Pasien menunjukkan perbaikan klinis pada hari pertama pascaoperasi. Penatalaksanaan yang tepat, termasuk transfusi untuk optimalisasi kondisi ibu sebelum operasi dan tindakan sectio caesarea, merupakan langkah yang sesuai untuk mencegah komplikasi. Kasus ini menekankan pentingnya identifikasi dini anemia dan malpresentasi janin melalui ANC yang adekuat. Intervensi cepat dan tepat sangat penting dalam mengurangi risiko morbiditas pada kasus dengan anemia dan letak lintang.
Seorang Laki-Laki 17 Tahun dengan Abses Paru dan Infeksi Tuberkulosis: Laporan Kasus Friska Desi Sabita; Alifa Agil Dhillu Yunitama; Maulida Rahmah; Niwan Tristanto Martika
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abses paru merupakan infeksi supuratif parenkim paru yang dapat terjadi sebagai komplikasi tuberkulosis (TB) paru aktif, terutama pada pasien dengan imunitas dan status gizi yang buruk. Kerusakan jaringan paru akibat proses nekrosis kaseosa pada TB mempermudah terjadinya infeksi bakteri sekunder dan pembentukan abses paru. Kondisi ini jarang ditemukan pada usia remaja, namun berpotensi menimbulkan komplikasi serius sehingga memerlukan deteksi dan penatalaksanaan yang tepat. Artikel ini menggunakan metode studi kasus desain studi case report yang dilakukan di RSUP Surakarta. Laporan kasus ini melaporkan seorang remaja laki-laki dengan gejala respiratorik dan sistemik kronik berupa batuk purulen disertai hemoptisis, sesak napas nokturnal, demam intermiten, keringat malam, dan penurunan berat badan, dengan riwayat tuberkulosis paru yang sedang menjalani terapi fase awal. Pemeriksaan klinis dan radiologis menunjukkan adanya kavitas berdinding tebal dengan air–fluid level pada lobus inferior paru kanan yang konsisten dengan abses paru sekunder pada tuberkulosis aktif, suatu komplikasi yang jarang ditemukan pada kelompok usia remaja. Pasien ditatalaksana dengan kombinasi obat antituberkulosis dan antibiotik spektrum luas dengan perbaikan klinis yang baik selama perawatan. Kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan penatalaksanaan komprehensif pada tuberkulosis paru dengan komplikasi abses paru.