Putri Destiara Indah
Universitas Maritim Raja Ali Haji

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pemerintah Dalam Menanggulangi Kasus HIV/AIDS Di Kepulauan Riau Siti Maulina Nabila; Megawati Romaulina Napitupulu; Putri Destiara Indah
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 1 (2025): August: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/15p2np57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah dalam menanggulangi kasus HIV/AIDS di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan, mobilitas penduduk yang tinggi, serta dinamika sosial yang kompleks. Permasalahan HIV/AIDS di wilayah ini terus menunjukkan tren yang perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan erat dengan faktor perilaku berisiko, stigma sosial, serta keterbatasan akses layanan kesehatan di beberapa daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan analisis kebijakan dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah menerapkan strategi yang meliputi penguatan layanan kesehatan, penyediaan terapi antiretroviral, edukasi masyarakat, skrining dini, serta kolaborasi lintas sektor dengan lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, dan komunitas rentan. Strategi tersebut didukung oleh kebijakan nasional serta peran aktif Komisi Penanggulangan AIDS di tingkat daerah. Namun demikian, implementasi kebijakan masih menghadapi tantangan berupa stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS, keterbatasan tenaga kesehatan, serta ketimpangan distribusi layanan antarwilayah. Faktor sosial ekonomi dan budaya juga memengaruhi efektivitas intervensi yang dijalankan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kepulauan Riau telah berjalan dalam kerangka kolaboratif, tetapi masih memerlukan penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendekatan berbasis komunitas agar strategi yang diterapkan mampu menekan laju penyebaran HIV/AIDS secara berkelanjutan.