Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna pemberian mahar Palaku dalam pernikahan adat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah melalui perspektif teologi kontekstual model terjemahan. Keragaman budaya Indonesia, khususnya tradisi perkawinan adat Dayak Ngaju, mengandung nilai-nilai luhur yang perlu dipahami secara teologis dalam konteks kehidupan masyarakat Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur yang bersumber dari buku teks, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan memadukan perspektif antropologi budaya dan teologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Palaku bukan sekadar mahar, melainkan simbol kesungguhan, tanggung jawab, dan penghormatan laki-laki terhadap perempuan serta keluarganya. Selain itu, Palaku berfungsi sebagai jaminan kehidupan bagi mempelai perempuan sekaligus mempererat hubungan kekerabatan antara dua keluarga besar. Dalam perspektif teologi kontekstual model terjemahan, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Palaku, seperti tanggung jawab, komitmen, dan penghormatan, dinilai selaras dengan ajaran Alkitab mengenai kasih dan kesetiaan dalam kehidupan pernikahan. Oleh karena itu, tradisi Palaku tidak perlu ditolak, melainkan dapat dijadikan sarana untuk mengungkapkan iman Kristen secara kontekstual dalam kehidupan masyarakat Dayak Ngaju.