Mariza Rafaelita Siswoyo
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Konselor Sekolah sebagai Garda Depan dalam Penanganan Krisis Kesehatan Mental Mariza Rafaelita Siswoyo; Asbi Asbi; Alysha Ulima Lubis; Nayla Olivia Putri
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 4 (2026): May: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/0nn77503

Abstract

Kesehatan mental siswa adalah isu penting yang mempengaruhi perkembangan akademis dan sosial mereka, dan intervensi konselor sekolah berperan signifikan dalam mengatasi masalah ini. Meningkatnya prevalensi gangguan kecemasan, depresi, dan masalah emosional di kalangan pelajar menuntut adanya sistem dukungan kesehatan mental yang terstruktur dan responsif di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi efektivitas intervensi konselor sekolah serta faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan mereka dalam memberikan dukungan kesehatan mental. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap konselor sekolah di beberapa sekolah menengah di Indonesia, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konselor sekolah menggunakan berbagai jenis intervensi, termasuk konseling individu dan kelompok, yang terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan mental siswa. Di samping itu, pelatihan keterampilan sosial juga menjadi salah satu pendekatan yang berhasil membantu siswa membangun hubungan interpersonal yang lebih sehat. Konselor juga berperan dalam deteksi dini tanda-tanda krisis mental pada siswa, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius. Namun, terdapat tantangan yang signifikan terkait dengan keahlian profesional, konteks sekolah, dan dukungan sistemik. Faktor-faktor seperti lingkungan sekolah yang kondusif, kebijakan institusional yang mendukung, serta keterlibatan aktif orang tua turut menentukan keberhasilan intervensi yang diberikan. Stigma terhadap kesehatan mental juga masih menjadi hambatan nyata yang perlu diatasi melalui edukasi dan sosialisasi di lingkungan sekolah. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan pelatihan berkelanjutan untuk konselor dan kolaborasi yang lebih baik antara konselor, orang tua, dan staf sekolah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental siswa secara menyeluruh dan berkelanjutan.