Pujitiana, Lia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Zat Pewarna Dan Sakarin Pada Es Krim Produksi Rumah Tangga, Jember, Indonesia: Analysis of Coloring Substances and Saccharin in Home made Ice Cream, Jember Ningrum, Prehatin Trirahayu; Pujitiana, Lia; Ma’rufi, Isa; Milawati, Milawati
Jumantik Vol 13 No 1 (2026): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Es krim produksi rumah tangga sering menggunakan bahan tambahan pangan (BTP), seperti pewarna sintetis dan pemanis buatan. Penggunaan BTP yang tidak sesuai ketentuan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, terutama apabila digunakan secara berlebihan akibat keterbatasan pengetahuan produsen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan zat pewarna dan sakarin pada es krim produksi rumah tangga di Jember. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling terhadap 4 produsen es krim skala rumah tangga di Kecamatan Kota Jember, dengan masing-masing produsen diambil 3 variasi warna es krim yaitu merah, hijau dan coklat sehingga diperoleh 12 sampel. Hasil penelitian dari 12 sampel yang diperiksa, terdapat 2 sampel es krim yang positif mengandung pemanis buatan sakarin dengan kadar rata-rata 8mg/kg. Hasil pemeriksaan pewarna pada 12 sampel es krim seluruhnya menggunakan pewarna sintetis, 6 sampel mengandung pewarna sintetis yang diijinkan yaitu 4 sampel Coklat Bismark dan 2 sampel menggunakan Tartrazine. Sementara 6 sampel lainnya menggunakan pewarna sintetis berbahaya, yaitu 4 sampel es krim Ponceau Kristal/Ponceau 6R dan 2 sampel menggunakan Sudan. Kesimpulan penelitian ini sebagian besar sampel tidak mengandung sakarin, sedangkan dua sampel positif masih memenuhi batas aman BPOM. Namun, 50% sampel mengandung pewarna sintetis yang dilarang untuk pangan, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan konsumen.