Allisya Oktaviasary
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GURU DALAM KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK SEKOLAH DASAR Allisya Oktaviasary; Ai Sutini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.13471

Abstract

Meningkatnya jumlah kasus kekerasan seksual terutama terhadap anak menjadi suatu fenomena yang dapat menyorot suatu perhatian dari banyak orang atau kalangan.Tujuan dalam Pendidikan seks sangat dibutuhkan oleh anak usia sekolah dasar hingga remaja. Dalam proses Pendidikan seks peran guru dalam tiap kasus pelecehan seksual perlunya bimbingan terutama dalam lingkungan sekolah agar anak dapat memahami apa yang di ajarkan secara utuh dan menyeluruh,Studi ini adalah tinjauan literature (literature review) atau kajian pustaka yang bertujuan untuk memberikan gambaran dari hasil penelitian yang telah dilakukan terkait dengan pendidikan seksual anak di sekolah dasar.Terdapat dua faktor yakni faktor internal yang merupakan faktor yang berpengaruh terhdap lingkungan keluarga atau biologis dari sifat orang tua dan pergaulan sedangkan pada faktor eksternal dengan Tingkat ekonomi yang rendah dan faktor social, moral yang berpengaruh yang akan menyebabkan terjadinya kekerasan seksual. Dampak yang ditimbukan dari kasus kekerasan seksual yakni berpengaruh terhadap pisikologis yang menyebabkan gangguan kejiwaan dan mental akibat kekerasasn seksual yang dilakukan oleh pelaku, dampak yang terjadi selain pisikologis adalah dampak fisik Dimana anak akan mengalami keterlambatan dalam berpikir karna tertekan oleh suatu keadaan di dalam lingkungan Masyarakat. Tujuan ini dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat diperlukan dalam menjadi garda terdapat dalam melindungi anak sekoalah dasar. Dengan memberikan memberikan pengetahuan bagaimana cara agar dapat menjaga diri dari kasus kekerasan seksual yang terjadi. Karna guru merupakan cerminan diri yang akan ditiru dan di gugu oleh anak sekolah dasar.
INTEGRASI KECERDASAN BUATAN DALAM EPISTEMOLOGI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SEKOLAH DASAR Allisya Oktaviasary; Ine Melia Susanti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Processed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63632

Abstract

This article examines the integration of artificial intelligence (AI) into the epistemology of science learning in primary schools through a literature review approach. The review focuses on how scientific knowledge is constructed, validated, represented, and negotiated in classrooms when AI is employed as a pedagogical support tool. Twenty-five national and international articles published between 2024 and 2026 were selected based on thematic relevance to primary education, science instruction, AI literacy, and epistemic dimensions of learning. The findings indicate that AI can strengthen conceptual exploration, learning personalization, scientific visualization, adaptive feedback, and students’ epistemic agency. At the same time, the review identifies risks related to cognitive dependency, informational bias, blurred knowledge authority, and weakened scientific verification when teachers do not guide AI use critically. The pedagogical implications highlight that AI should not replace scientific reasoning; instead, it should function as a mediator that supports students in asking questions, comparing evidence, testing explanations, and reflecting on how knowledge is produced. The review recommends strengthening teachers’ AI literacy, data literacy, and epistemic literacy so that AI integration in primary science learning remains ethical, reflective, and oriented toward the development of scientific reasoning from an early age.