Kemajuan teknologi abad 21 yang memberikan pengaruh besar terhadap pendidikan, khususnya proses pembelajaran, menjadi pendorong penelitian ini. Agar pendidikan berhasil dan relevan dalam mendidik generasi masa kini di masa revolusi industri 4.0, maka perlu dilakukan penyesuaian proses pembelajaran dengan kemajuan teknologi saat ini. Satu-satunya penyesuaian yang diperlukan adalah penggunaan media pendidikan. Hal ini akan berdampak pada motivasi belajar siswa di kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana kurikulum sains diajarkan di kelas dasar kelas empat dengan menggunakan ringkasan matematika. Keberadaan aplikasi menjadi salah satu peluang besar bagi guru dalam membuat media pembelajaran berbentuk video, audio dan dalam bentuk cetak. Mendesain media pembelajaran dari aplikasi dapat di output dalam bentuk hard file ataupun soft file. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teknik deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Wawancara, observasi, dan studi dokumentasi adalah tiga teknik yang digunakan untuk memperoleh data. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pecahan masih diajarkan menggunakan bahan ajar tradisional di SDN 56/I Kelas Matematika SD kelas IV Desa Aro. Ini mengarah pada pembelajaran satu arah di mana banyak interaksi dikendalikan oleh guru dan diterima oleh pelajar. Guru berharap dapat menggunakan teknologi informasi untuk membangun media pembelajaran yang lebih beragam yang memenuhi kebutuhan dan kemajuan abad kedua puluh satu. Mereka juga berharap dapat menghasilkan bahan ajar yang lebih inventif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai materi pendidikan yang meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran melalui kreativitas dan interaksi yang lebih besar.