Ahmad Naufal Ansori
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nilai-Nilai Keibuan dalam Pendidikan Anak pada QS. Maryam ayat 16-36: Studi atas Tafsir Al-Misbah Ahmad Naufal Ansori; Emawati; M. Fahrurrozi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50311

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya peran ibu dalam pembentukan karakter anak di tengah berbagai tantangan sosial kontemporer serta melemahnya nilai-nilai pendidikan berbasis keluarga. Kisah Maryam dalam QS. Maryam ayat 16–36 dipandang mengandung nilai-nilai keibuan yang tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga relevan dengan pendidikan anak pada konteks masa kini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep nilai-nilai keibuan dalam kisah Maryam berdasarkan penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah serta mengkaji relevansinya terhadap pendidikan anak dalam keluarga Muslim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Sumber primer penelitian berupa Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan literatur lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi literatur dengan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai keibuan dalam QS. Maryam ayat 16–36 meliputi dimensi spiritual, psikologis, moral, dan edukatif. Nilai-nilai tersebut tercermin melalui ketakwaan dan keteguhan iman, ketahanan mental dan kesabaran, integritas diri dan tanggung jawab moral, serta peran ibu dalam pembentukan karakter dan spiritualitas anak. Model keibuan Qur’ani juga memiliki relevansi yang kuat terhadap pendidikan anak kontemporer melalui penguatan pendidikan keluarga berbasis spiritualitas, ketahanan emosional, dan pembentukan karakter.