Dewi Febriyanti Hasibuan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DITINJAU DARI KOMPETENSI PEDAGOGIK DI SMK NEGERI 2 TERBANGGI BESAR LAMPUNG Dewi Febriyanti Hasibuan; Sudarman Dami; Muhammad Ihsan Dacholfany
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 3 (2026): Volume 11 No. 3, September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.50875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru ditinjau dari kompetensi pedagogik di SMK Negeri 2 Terbanggi Besar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan tujuh guru dari berbagai program keahlian. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dilaksanakan melalui empat tahapan terintegrasi, yaitu perencanaan, observasi kelas, evaluasi, dan tindak lanjut. Pada tahap perencanaan, kepala sekolah menerapkan pendekatan diferensiatif yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan guru. Tahap observasi menggunakan pendekatan partisipatoris dan humanis dengan memposisikan kepala sekolah sebagai mitra pembelajaran. Evaluasi dilakukan melalui konferensi balikan reflektif, sedangkan tindak lanjut berupa program pengembangan profesional personal meliputi coaching, lesson study, dan microteaching. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa supervisi akademik meningkatkan kompetensi pedagogik guru secara signifikan pada tiga aspek utama: perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Guru bertransformasi dari teacher-centered learning menuju student-centered learning, mengadopsi model inovatif seperti Project-Based Learning, dan menerapkan asesmen autentik. Namun demikian, hambatan berupa resistensi psikologis, keterbatasan waktu, dan beban administratif masih ditemukan, yang diatasi melalui pendekatan supervisi kolaboratif dan pendampingan berkelanjutan.