Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya jumlah penumpang pada masa peak season yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, khususnya masuknya penumpang tanpa tiket resmi (penumpang gelap). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab ketidakamanan pada proses embarkasi dan debarkasi serta menganalisis upaya peningkatan sistem keamanan di KM. Kelud. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan dari pihak kapal dan darat yang terlibat langsung dalam operasional. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan perangkat lunak NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakamanan dipengaruhi oleh pengendalian akses yang belum sepenuhnya terlaksana akibat ketidaktahuan calon penumpang akan regulasi yang berlaku, kurangnya ketelitian petugas dalam validasi identitas serta sistem pengendalian alur penumpang yang belum optimal. Upaya peningkatan keamanan dapat dilakukan melalui penguatan koordinasi, optimalisasi jalur prioritas penumpang, dan pemanfaatan teknologi face recognition pada proses boarding. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan sistem keamanan transportasi laut, khususnya pada proses embarkasi dan debarkasi penumpang saat masa peak season. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya jumlah penumpang pada masa peak season yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, khususnya masuknya penumpang tanpa tiket resmi (penumpang gelap). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab ketidakamanan pada proses embarkasi dan debarkasi serta menganalisis upaya peningkatan sistem keamanan di KM. Kelud. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan dari pihak kapal dan darat yang terlibat langsung dalam operasional. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan perangkat lunak NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakamanan dipengaruhi oleh pengendalian akses yang belum sepenuhnya terlaksana akibat ketidaktahuan calon penumpang akan regulasi yang berlaku, kurangnya ketelitian petugas dalam validasi identitas serta sistem pengendalian alur penumpang yang belum optimal. Upaya peningkatan keamanan dapat dilakukan melalui penguatan koordinasi, optimalisasi jalur prioritas penumpang, dan pemanfaatan teknologi face recognition pada proses boarding. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan sistem keamanan transportasi laut, khususnya pada proses embarkasi dan debarkasi penumpang saat masa peak season.