Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemilihan metode pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar. Pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas IV SD Negeri 9 Songan, metode ceramah masih dominan digunakan karena dianggap praktis dan efektif, namun dalam pelaksanaannya menimbulkan permasalahan berupa rendahnya partisipasi siswa dan terbatasnya interaksi dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam menggunakan metode ceramah, faktor pendukung dan penghambat, serta upaya dalam mengatasi hambatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dengan menggunakan landasan teori behavioristik dan konstruktivistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam menerapkan metode ceramah telah dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistematis, namun dalam praktiknya pembelajaran masih didominasi oleh aktivitas guru sehingga keaktifan siswa belum optimal. Faktor pendukung meliputi penguasaan materi, sarana prasarana, dan kondisi kelas yang relatif kondusif, sedangkan hambatan utama adalah kurangnya variasi metode pembelajaran serta rendahnya partisipasi siswa. Upaya yang dilakukan guru meliputi pemberian pertanyaan, pengulangan materi, pengelolaan kelas, serta peningkatan kreativitas dalam penyampaian materi, namun belum sepenuhnya mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara merata. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan pembelajaran yang lebih interaktif agar keaktifan siswa meningkat dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.