Mulya Ade Irma Suryani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MULTISENSORI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA BERISIKO DISLEKSIA DI SEKOLAH DASAR Mulya Ade Irma Suryani; Ellianawati; Bambang Subali; Sungkowo Edy Mulyono
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.51840

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi literasi yang menentukan keberhasilan akademik siswa sekolah dasar. Siswa berisiko disleksia menghadapi hambatan signifikan dalam penguasaan keterampilan membaca, khususnya pada aspek pengenalan huruf, kesadaran fonologis, decoding, dan kelancaran membaca. Model pembelajaran multisensori, yang mengintegrasikan modalitas visual, auditori, kinestetik, dan taktil, diyakini relevan sebagai respons pedagogis terhadap karakteristik pemrosesan informasi siswa berisiko disleksia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian, memetakan jaringan kata kunci bibliometrik, dan mengidentifikasi temuan utama serta research gap pada topik tersebut. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dikombinasikan dengan analisis bibliometrik berbasis metadata artikel dari database ilmiah Google Scholar, Scopus, ERIC, dan Dimensions, dengan rentang publikasi 2015–2025. Analisis jaringan kata kunci dilakukan menggunakan VOSviewer untuk pemetaan co-occurrence. Hasil analisis mengidentifikasi empat klaster tematik: (1) pembelajaran multisensori dan intervensi membaca; (2) membaca permulaan dan komponen fonologis; (3) disleksia dan pendidikan berkebutuhan khusus; serta (4) konteks sekolah dasar dan strategi pembelajaran. Temuan literatur menegaskan bahwa pendekatan multisensori efektif meningkatkan kesadaran fonologis, decoding, dan keterlibatan belajar siswa berisiko disleksia. Research gap teridentifikasi pada minimnya studi yang mengkontekstualisasikan pendekatan ini dalam kurikulum sekolah dasar Indonesia. Artikel ini berkontribusi pada pemetaan penelitian dan dasar konseptual intervensi membaca permulaan yang lebih inklusif di sekolah dasar.