As’ad Mudzofar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN INOVASI PEMBELAJARAN PAI DALAM MENANGGULANGI DAMPAK NEGATIF MEDIA SOSIAL PADA PESERTA DIDIK Siti Sofiatul Mu’minah; Anti Sifaul Umah; Pramono; As’ad Mudzofar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.55111

Abstract

Perkembangan media sosial yang semakin pesat telah memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan peserta didik, baik dalam aspek sosial, budaya, maupun pendidikan. Di satu sisi, media sosial memberikan kemudahan dalam mengakses informasi dan sarana komunikasi, namun di sisi lain juga menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti menurunnya konsentrasi belajar, kecanduan penggunaan gawai, penyebaran informasi yang tidak valid, perilaku konsumtif, cyberbullying, serta menurunnya nilai-nilai moral dan etika. Kondisi ini menuntut adanya upaya yang efektif dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu menggunakan media sosial secara bijak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran inovasi pembelajaran PAI dalam menanggulangi dampak negatif media sosial pada peserta didik. Inovasi pembelajaran PAI dilakukan melalui penerapan metode pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan berbasis teknologi, serta pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam penggunaan media digital. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman keagamaan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai akhlak, tanggung jawab, dan literasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, guru PAI berperan sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan dalam mengarahkan peserta didik agar lebih selektif dalam menerima informasi serta bijak dalam berinteraksi di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran PAI memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap penggunaan media sosial yang sehat, produktif, dan sesuai dengan ajaran Islam. Dengan demikian, inovasi pembelajaran PAI dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, kritis, dan bertanggung jawab di era digital.
IMPLEMENTASI KONSEP ADAB GURU DAN MURID DALAM HADIS TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN ISLAM As’ad Mudzofar; Suwandi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62818

Abstract

Pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan adab yang menjadi landasan utama dalam proses pembelajaran. Salah satu sumber utama dalam pendidikan Islam adalah hadis Nabi Muhammad SAW yang memuat banyak petunjuk mengenai etika dan hubungan antara guru dan murid. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep adab guru dan murid dalam hadis serta menganalisis implementasinya dalam dunia pendidikan Islam saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu dengan mengkaji berbagai literatur hadis, buku pendidikan Islam, serta jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi menekankan pentingnya penghormatan murid kepada guru, keikhlasan guru dalam mengajar, serta hubungan edukatif yang dilandasi akhlak mulia seperti tawadhu, sabar, dan tanggung jawab. Implementasi konsep adab tersebut dalam dunia pendidikan Islam modern dapat diwujudkan melalui pembiasaan sikap hormat di lingkungan sekolah, penguatan karakter peserta didik, serta keteladanan guru dalam proses pembelajaran. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini adalah menurunnya nilai adab dalam interaksi pendidikan akibat pengaruh teknologi dan perubahan sosial. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai adab guru dan murid dalam hadis menjadi sangat penting untuk memperkuat kembali karakter pendidikan Islam yang berlandaskan akhlakul karimah. Dengan demikian, implementasi konsep adab dalam hadis tidak hanya relevan secara teoritis, tetapi juga memiliki kontribusi praktis dalam membentuk lingkungan pendidikan yang bermoral, harmonis, dan berkarakter Islami.