Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran fikih serta terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif di Madrasah Aliyah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pengembangan video pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) yang menyajikan permasalahan kontekstual untuk dianalisis dan diselesaikan oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran berbasis Problem Based Learning pada materi fikih yang berorientasi pada kemampuan berpikir kritis peserta didik Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 2 ahli materi, 2 ahli media, 1 guru fikih, dan 30 peserta didik kelas XI Madrasah Aliyah. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi ahli dan angket respons peserta didik. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase. Hasil validasi menunjukkan bahwa video pembelajaran memperoleh skor kelayakan sebesar 92,5% dari ahli materi dan 89,7% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba kepada peserta didik memperoleh persentase respons sebesar 91,2% dengan kategori sangat baik. Selain itu, rata-rata skor kemampuan berpikir kritis peserta didik meningkat dari 68,4 pada pretest menjadi 84,6 pada posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan sangat layak digunakan dan berpotensi mendukung kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran fikih di Madrasah Aliyah