Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dikembangkan pada siswa sekolah dasar dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Namun, proses pembelajaran di kelas masih didominasi oleh pembelajaran yang berpusat pada guru sehingga siswa memiliki kesempatan yang terbatas untuk menganalisis permasalahan, mengevaluasi informasi, dan menyusun kesimpulan secara logis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning berbasis media komik edukatif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SDN Inpres Rabakodo pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis, observasi, dan angket respons siswa. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (Sig. = 0,001 < 0,05), sehingga penerapan model Problem Based Learning berbasis media komik edukatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, siswa memberikan respons yang sangat positif terhadap proses pembelajaran, yang ditunjukkan melalui meningkatnya keaktifan, motivasi, dan keterlibatan selama pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, integrasi model Problem Based Learning dengan media komik edukatif dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada pembelajaran Bahasa Indonesia.