Kemampuan membaca pemahaman merupakan fondasi penting bagi keberhasilan belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesulitan membaca pemahaman siswa kelas III sekolah dasar, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta menganalisis upaya guru dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru kelas dan siswa, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan yang paling banyak dialami siswa meliputi: (1) kesulitan menemukan ide pokok paragraf, (2) kesulitan memahami makna kata dalam konteks, (3) ketidakmampuan memahami informasi tersurat dan tersirat, serta (4) kesulitan menyimpulkan isi bacaan. Faktor penyebab bersumber dari aspek internal (rendahnya minat baca, keterbatasan kosakata, dan lemahnya konsentrasi) dan aspek eksternal (metode pembelajaran yang kurang variatif, minimnya bahan bacaan menarik, dan kurangnya dukungan keluarga). Guru melakukan berbagai upaya konkret, antara lain: penggunaan strategi pembelajaran interaktif (DRTA dan QAR), pemanfaatan media visual dan digital, penguatan budaya membaca kelas, serta pendekatan individual kepada siswa yang mengalami kesulitan. Penelitian ini merekomendasikan agar guru sekolah dasar secara konsisten menerapkan strategi membaca yang bervariasi dan berbasis literasi digital untuk meningkatkan pemahaman bacaan siswa.