Warseno, Agus
Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat FKes Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS RISIKO PENYAKIT DAN KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN MODEL UPAYA KESEHATAN KERJA DI INDUSTRI BATIK RUMAHAN Ratna Lestari; Agus Warseno
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.036 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v3i2.78

Abstract

Batik merupakan warisan dunia yang saat ini mengalami perkembangan pesat baik pada industri kecil, menengah bahkan skala besar. Di sisi lain industri batik rumahan dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi pekerjanya yang disebabkan proses produksi dan lingkungan fisik rumah. Penting untuk dilakukan analisis lebih lanjut mengenai beberapa faktor risiko penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja yang dapat terjadi pada pengrajin batik. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh industri batik yang pekerjanya bekerja di lokasi industri batik Bantul. Hasil diperoleh sebanyak 76% pengrajin batik berjenis kelamin perempuan, 98% responden berusia ≥ 45  tahun, sebanyak 81% responden memiliki masa kerja ≥ 10 tahun dan bidang pekerjaan yang terbanyak adalah membatik cap. Kondisi lingkungan dan aktifitas dalam industri batik yang memiliki risiko menimbulkan penyakit dan kecelakaan akibat kerja antara lain lingkungan kerja yang berdebu, membatik dengan canting maupun cap menggunakan lilin panas dengan posisi duduk dan berdiri, mewarnai dengan bahan kimia, dan merebus kain batik untuk pelorodan lilin. Maka dapat disimpulkan risiko penyakit akibat kerja pada pengrajin batik antara lain gangguan pernafasan, gangguan muskuloskeletal, kelelahan pada otot mata dan iritasi kulit, sedangan risiko kecelakaan kerjanya adalah luka bakar. Disarankan kepada pekerja agar lebih mewaspadai risiko PAK dan KK sebagai dampak konsekuensi pekerjaan dan lingkungan kerja sehingga kesehatan dan keselamatan perorangan dapat tercapai.  Kata kunci : penyakit akibat kerja, kecelakaan kerja, pekerja batik, pengkajian model UKK
PENGGUNAAN MASKER MODIFIKASI KARBON MENURUNKAN KELUHAN GANGGUAN PERNAFASAN PADA PENGRAJIN BATIK Warseno, Agus; Lestari, Ratna
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.248 KB) | DOI: 10.55426/jksi.v12i2.148

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang. Permasalahan kesehatan yang dialami oleh pekerja di Industri batik dapat berupa paparan asap lilin atau malam yang dominan yaitu menghasilkan gas karbonmonoksida (CO), potensi gangguan kesehatan pada pengrajin juga dapat dikarenakan karena paparan bahan pewarna kain batik yang banyak menggunakan bahan kimia serta adanya paparan debu di ruangan tempat kerja. Upaya preventif yang dapat dilakukan diantaranya yaitu Penggunaan Masker atau alat pelindung pernapasan. Tujuan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan masker karbon terhadap penurunan gangguan pernafasan. Metode. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pre-eksperimen dimana mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh variabel satu terhadap variabel yang lain. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross sectional, Uji statistic menggunakan Wilcoxon. Hasil. Hasil uji pengaruh penggunaan masker terhadap fungsi paru didapatkan nilai P=0,317 (P>0,05) yang memiliki arti bahwa tidak ada pengaruh penggunaan masker terhadap status fungsi paru. Sedangkan pengaruh penggunaan masker pada keluhan gangguan pernafasan didapatkan hasil P=0,00 (P<0,05), hal ini menunjukkan ada pengaruh pengguanan masker terhadap penurunan keluhan gangguan pernafasan pada pengrajin Batik. Kesimpulan. Penggunaan Masker tidak berpengaruh terhadap fungsi paru tetapi berpengaruh terhadap penurunan keluhan gangguan pernafasan.
TINGKAT PENDIDIKAN IBU MEMILIKI HUBUNGAN DENGAN STATUS PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA PRASEKOLAH Warseno, Agus
Jurnal Keperawatan Malang Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v4i1.83

Abstract

Development in preschool children can be seen from fine motor development. One of the factors that can influence development in children is the education factor of parents, especially mothers. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal education and fine motor development in preschool children. This research method is quantitative non-experimental, with a cross sectional approach. The study was conducted at Margomulyo Sleman Sleman Kindergarten and the determination of respondents using a total sampling technique of 41 people. Data collection using questionnaires and DDST II. Data analysis uses the Spearman correlation test with a significance level of p <0.05. The results of the study showed that most of the last education taken by mothers was high school, which was 23 people (56.1%). Most preschoolers in Margomulyo Sleman Kindergarten showed normal fine motor development, namely 33 people (80.5%) and children who showed suspect fine motor development as many as 8 people (19.5%). The results of the Spearman correlation test obtained p-value 0.023 (? = 0.05). Correlation coefficient of 0.354. There is a relationship between maternal education and fine motor development in preschool children.
Analysis of Factors Related to Worker Compliance Using Personal Protective Equipment in Madubaru Inc Yogyakarta Lestari, Ratna; Warseno, Agus
Jurnal Pinang Masak Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pinang Masak (JPIMA)
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpima.v4i2.50857

Abstract

Introduction: The implementation of occupational health and safety among the industrial circle and society in Indonesia is still relatively low, thus resulted in an occupational accident. Preventive attempts or anticipation for occupational accidents can be conducted by fostering habituation of order, discipline, and maintaining a healthy and safe environment through worker compliance to Personal Protective Equipment (PPE). The use of Personal Protective Equipment will safeguard the workers from potential hazards in the workplace. This research aims to find factors related to worker compliance in using Personal Protective Equipment in Madubaru Inc. Yogyakarta. Method: This research is correlation research with the cross-sectional approach. The sample in this research are 86 workers, in steam boiler station and milling obtained using purposive sampling. Data collection is conducted through the Personal Protective Equipment compliance questionnaire. Additionally, data analysis is performed using a correlation analysis test with chi-square with a confidence level of 95 % (α= 0.05). Result: The finding of this research showed that 76. 7 % of workers did not comply with the utilization of PPE. All variables were not related to the worker compliance in using PPE that is age (p-value 0. 942), education (p-value 0.300), the length of employment (p-value 0. 077), employment status (p-value 0. 797), knowledge (p-value 0. 961), attitude (p-value 0. 780), motivation (p-value 0. 487), supervision (p-value 0.674), and PPE availability (p-value 0.222). Conclusion: It can be concluded that individual characteristics, knowledge, attitude, motivation, supervision, and availibility had no significant correlation with PPE compliance in Madubaru Inc. Yogyakarta.